SERANG, BI – Beredar video sejumlah orang yang mengatasnamakan diri Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Kota Serang, yang menolak pemeriksaan langsung (rapid test) Covid-19 yang ditujukan kepada kiai dan santri. Diketahui video itu diambil di Pesantren Roudotul Athfal di Dayar, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, saat acara halal bi halal para kiai, Senin (15/6/2020) kemarin.
Dikatakan Ketua Presidium FSPP Kota Serang, Hasanudin, bahwa penolakan kiai dan santri terhadap rapid test karena ada kekhawatiran dijadikan ajang memfitnah kiai dan santri, dari yang semula negatif corona menjadi positif corona. Pasalnya banyak beredar informasi dan video bahwa kiai menjadi target kambing hitam.
“Kami kiai dan santri di Kota Serang sepakat menolak rapid test,” kata Hasanudin, Selasa (16/6/2020).
Hasanudin menyatakan, para kiai mempertanyakan alasan mengapa kiai dan santri menjadi target rapid test. Pasalnya selama ini para kiyai dan santri mengikuti perintah pemerintah untuk berdiam diri di rumah. Apalagi para kiai juga merasa sehat-sehat saja selama ini, sehingga tidak ada alasan mereka perlu melakukan rapid test.
“Padahal kiai dan santri mah nggak kemana-mana. Disuruh lock down ya lock down.
Ngapain juga kalau tidak sakit di rapid test segala macem. Kami tetap ikuti protokol kesehatan ko sesuai anjuran pemerintah, kalau rapid test kita tidak setuju,” tandasnya. (Ing/Red)