SERANG, BI – Rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) di Kelurahan Margaluyu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, disiagakan untuk tempat isolasi pasien positif Covid-19. Bahkan, sejumlah dokter, tenaga ahli hingga tenaga kesehatan lainnya sudah dipersiapkan untuk ditempatkan di sana.

Dikatakan Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang, Hikmat Sumantri, rencananya Rusunawa Margaluyu akan digunakan apabila kasus positif Covid-19 di Kota Serang terus mengalami peningkatan.

“Maka, kami akan siagakan rusunawa, tapi untuk sementara ini masih dalam pemantauan jumlah kasus,” katanya, Minggu (20/9/2020).

Dinkes juga telah melakukan koordinasi dengan lintas organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk Inspektorat terkait anggaran.

“Untuk rusunawa itu kami menganggarkan Rp 1,6 miliar. Kami juga sudah diskusikan dengan lintas OPD, seperti Inspektorat, bahwa rusunawa akan segera diisi atau tidak. Memang kami siagakan saja, karena kasus kan belum banyak,” ujarnya.

Namun menurutnya, ada beberapa pertimbangan yang perlu dilakukan oleh Pemkot Serang dalam menentukan penggunaan rusunawa tersebut.

“Karena operasionalnya kemahalan, sebab kami juga harus menyiapkan SDM, seperti dokter spesialis, tenaga ahli, dan tenaga kesehatan lainnya. Setelah kami kaji anggarannya banyak, dan kalau kasusnya juga masih sedikit tidak efisien,” katanya.

Meski demikian, untuk tenaga ahli lainnya, Dinkes Kota Serang telah melakukan rekrutmen dan saat ini difungsikan di RSUD Kota Serang.

“Iya memang sudah ada, jadi kalau tenaga ahli, dokter dan lainnya sudah ada. Saat ini difungsikan di rumah sakit kota, tapi untuk tenaga lainnya, seperti sekuriti dan office boy itu belum ada, karena kan belum dipastikan rusunawa digunakan,” ujarnya.

Sejauh ini, ia menjelaskan, Dinkes melakukan kajian kasus untuk mengambil setiap keputusan bagi pasien Covid-19.

“Dan memang selama ini kami tidak terkendala, karena masih bisa kami alihkan ke Wisma Atlet. Tapi untuk sementara ini, karena kasus terus meningkat, kemungkinan akan digunakan. Tapi akan kami bahas lagi apakah akan benar difungsikan atau tidak,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Serang, Ikbal mengatakan, Rusunawa Margaluyu merupakan pilihan pertama sebagai tempat isolasi pasien Covid-19.

“Rusunawa itu sebagai opsi pertama, namun kami juga sudah menyiapkan ruang isolasi di RSUD Kota Serang. Jadi kalau ada pasien yang tidak bisa isolasi mandiri, maka kami tempatkan di sana,” ujarnya.

Meski demikian, menurut data dari Dinkes, Kota Serang terus mengalami peningkatan jumlah kasus positif Covid-19. Namun, para pasien tetap ingin melakukan isolasi mandiri.

“Melihat data, mereka (pasien) keukeuh ingin isolasi mandiri. Tapi kami menyarankan dan memang sebagian walaupun ringan itu tetap diisolasi di rumah sakit kota,” tuturnya. (Red)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini