Ilustrasi. (Foto: Net)

SERANG, BANTENINTENS.CO.ID – Setiap tahun, kasus stunting atau kondisi gagal pertumbuhan pada anak di Kota Serang terus mengalami peningkatan. Hal tersebut disebabkan asupan gizi yang kurang, terlebih di masa Pandemi Covid-19.

Dikatakan Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesmas), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang, Lenny Suryani mengatakan, berdasarkan data yang dimiliki Dinkes, angka kasus stunting setiap tahunnya terus meningkat, mulai dari 2018 sebanyak 5,4 persen atau sebanyak 2.543 anak, kemudian 2019 naik menjadi 5,8 persen atau sebanyak 2.566, terbaru tahun 2020 meningkat kembali menjadi 6,1 persen atau sekitar 2.800 anak.

“Kasusnya terus meningkat setiap tahun, itu angka terbaru,” katanya, Kamis (15/10/2020).

Ia menjelaskan, ada banyak faktor yang menyebabkan tingginya angka stunting, salah satunya karena Pandemi Covid-19 yang berpengaruh terharap kurangnya daya jual beli masyarakat.

“Pandemi Covid-19 ini sangat berpengaruh, daya jual belinya berkurang, yang pada akhirnya berpengaruh terhadap kurangnya asupan gizi untuk anak,” ujarnya.

Tak hanya itu, stunting juga disebabkan oleh faktor lainnya, seperti lingkungan yang tidak sehat, saranan air bersih yang tidak memadai, hingga sanitasi lingkungan yang buruk.

“Jadi faktornya memang cukup banyak, semuanya sebenarnya harus terpenuhi agar anak dapat tumbuh kembang dengan baik,” terangnya.

Maka dari itu, pihaknya terus melakukan pendataan di setiap kelurahan. Sehingga kasus stunting dapat ditemukan dan diberikan solusi agar terhindar dari kasus tersebut.

“Ya faktor naiknya ini juga berpengaruh. Karena saat ini pendataan yang dilakukan oleh Posyandu lebih aktif lagi dibanding sebelumnya,” tuturnya.

Kepala Dinkes Kota Serang, Ikbal mengatakan, tingginya angka stunting selaras dengan adanya penambahan jumlah balita, dan aktifnya masyarakat yang terlibat untuk mengukur berat dan tinggi badan di Posyandu Puskesmas.

“Mereka ada pemantauan satu tahun dua kali yaitu Agustus dan Februari. Makanya ini tim pemantau gizi itu adalah kader,” katanya.

Menurut Ikbal, untuk penyumbang kasus stunting terbanyak yakni berasal dari Kecamatan Kasemen.

“Paling banyak masih didominasi oleh Kecamatan Kasemen, termasuk gizi buruknya. Tapi secara umum semua kecamatan ada. Tapi yang paling banyak di Kasemen,” tandasnya. (Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini