SERANG, BANTENINTENS.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang meminta kepada sekolah menengah pertama (SMP) baik swasta maupun negeri untuk mempersiapkan diri melangsungkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang akan dilakukan pekan depan.

Dikatakan Walikota Serang, Syafrudin, bahwa persiapan tersebut mulai dari sarana dan prasarana, bahkan vaksinasi untuk guru dan murid, meskipun pelajar tidak harus divaksin.

“Dari kemarin-kemarin sudah diperbolehkan PTM, hanya memang perlu persiapan. Jadi ada yang sudah siap, ada juga yang sedang bebenah, karena ada protokol kesehatan (Prokes) yang disiapkan menjelang PTM,” ujarnya, usai meninjau vaksinasi di SMP Islam Pariskian, Kota Serang, Rabu (1/9/2021).

Menurutnya, vaksinasi dapat dilaksanakan sesuai dengan Instruksi dari Pemerintah Pusat, tanpa menunggu vaksinasi pelajar hingga rampung. Sehingga nantinya PTM dan vaksinasi berjalan berbarengan.

“Memang belum ada yang lakukan PTM karena mereka menunggu vaksinasi pelajar. Tapi sesuai Instruksi pemerintah PTM bisa dilakukan tanpa menunggu vaksinasi, jadi berjalan saja,” katanya.

Pelaksanaan vaksinasi pelajar juga terus digencarkan, bahkan hingga saat ini sudah sekitar 40 persen atau 10.886 dari total 26.000 pelajar yang sudah divaksin. Pihaknya juga terus berupaya agar vaksinasi pelajar bisa mencapai 100 persen.

“Vaksinasi ini terus dilakukan kepada pelajar baik di sekolah negeri maupun swasta. Untuk di Pariskian ini jumlahnya 220 dan yang sudah 50 pelajar, target selesai sampai sore,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah (Kepsek) SMP Islam Pariskian Rizqi Mulyana mengatakan, pihaknya telah menyiapkan segala sesuatunya jelang PTM. Paling tidak PTM akan dilaksanakan pekan depan berikut dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Kami sudah siap, bahkan dari sebelumnya tahun lalu yang simulasi akan diterapkan,” katanya.

Tak hanya itu, pihaknya juga melakukan vaksinasi terhadap 40 tenaga kerja guru beserta keluarganya yang ada di SMP Islam Pariskian.

“Vaksinasinya sudah pas bulan puasa kemarin. Bahkan bukan hanya guru tapi satpam dan petugas lainnya sudah, karena ini penting juga,” ucapnya.

Saat PTM nanti, kata dia, pihaknya akan melakukan sistem shifting, berikut jam pelajaran yang sedikit dikurangi.

“Iya jadi sistem shift gantian, ini kami lakukan agar tidak terjadi kerumunan, meskipun memang murid kami tidak banyak,” ujarnya. (Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini