SERANG, BANTENINTENS.CO.ID – Kasus stunting di Kabupaten Pandeglang masih jadi ancaman terbesar dibidang kesehatan. Terbukti, berdasarkan Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021 prevalensinya Kabupaten Pandeglang di atas 30 persen.
Dikatakan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pusat, Hasto Wardoyo, berdasarkan Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021 terdapat beberapa daerah perkotaan di Banten yang tergolong dalam zona stunting “kuning” dan “hijau”.
Lima kabupaten dan kota yang berstatus “kuning” dengan prevalensi 20 hingga 30 persen, diantaranya Kabupaten Lebak, Kota Serang, Kabupaten Tangerang dan Kota Cilegon.
Sementara dua daerah yang berkategori hijau dengan prevalensi 10 sampai 20 persen adalah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dan Kota Tangerang.
“Malah satu kabupaten di Banten berkategori merah yakni Pandeglang karena prevalensinya di atas 30 persen,” ujar Hasto Wardoyo, Senin (7/3/2022).
Hasto Wardoyo menjelaskan, Kabupaten Pandeglang dengan prevalensinya yang 37,8 persen menduduki posisi nomor 26 dari ratusan kabupaten/kota di 12 provinsi.
“Posisi Kabupaten Pandeglang di nomor 26 dari 246 kabupaten/kota di 12 provinsi prioritas yang memiliki prevalensi stunting tertinggi,” jelas Hasto Wardoyo. (Red)