SERANG, BANTENINTENS.CO.ID – Guna menuju Kota Serang menjadi kota pintar (Smart City), seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintahan Kota (Pemkot) Serang diminta untuk inovatif dan melaksanakan program dengan baik, terutama dalam bidang pelayanan.

Dikatakan Wakil Walikota Serang, Subadri Ushuludin, untuk merealisasikan Kota Serang menjadi Smart City, para pimpinan OPD harus pandai mengelola setiap program dan berinovasi untuk kemajuan daerahnya.

“Khususnya pelayanan yang lebih baik, itu menjadi salah satu tolak ukur. Seperti aplikasi yang ada pada Diskominfo terintegritas,” katanya, Senin (13/6/2022).

Tak hanya itu, Kota Serang menjadi salah satu kota terpilih untuk mengikuti penyusunan dan dokumentasi masterplan program smart city yang diselenggarakan oleh Kementerian Komuniskasi dan Informasi (Kominfo). Dari 150 kota dan kabupaten di Indonesia yang mengajukan kegiatan Bimtek tahap satu penyusunan dokumentasi dan masterplan.

“Memang kan program ini diawali sejak 2017, mudah-mudahan bisa direalisasikan dalam waktu dekat. Apalagi Kota Serang terpilih dari 150 kabupaten/kota se-Indonesia untuk mengikuti pendampingan penyusunan dokumen masterplan smart city,” ucapnya.

Menurut dia, kebanyakan dari masyarakat menilai jika Smart City merupakan aplikasi dan digitalisasi di daerah. Namun, sebenarnya sebagai penunjang menuju kota pintar pelayanan dasar pun menjadi hal yang utama.

“Maka program smart city ini harus berjalan dengan baik selayaknya kota yang benar-benar smart dalam pembangunan dan kemajuan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Kota Serang, Arif Rahman Hakim menjelaskan, program pendampingan tersebut sudah berjalan sejak beberapa tahun lalu. Dengan diawali dari 100 kota, dan mengikutsertakan 150 kota.

“Kemudian terpilih sebanyak 50 kota, salah satunya Kota Serang,” ujarnya.

Dia menuturkan, pengertian Smart City yang sesungguhnya bukanlah berfokus pada penyediaan aplikasi dan digitalisasi. Namun Pemerintah Daerah berkewajiban untuk menunjang kebutuhan dan pelayanan terhadap masyarakat. Terutama terobosan dan inovasi pengembangan program di masyarakat.

“Misalnya smart living, ekonomi, dan smart transportasi. Itu pun berkaitan dengan OPD lainnya, seperti Dinas LH, Dishub, PU, dan Perkim. Kemudian ada BPKAD, Bapenda, dan intinya harus ada terobosan serta inovasi,” ucap Arif.

Menurut dia, Smart City bukan hanya tanggung jawab dari Diskominfo, namun sejumlah OPD dan instansi lainnya pun memiliki tugas serta peran masing-masing.

“Jadi bukan hanya Diskominfo, karena ini RPJMN dan daerah, makanya kami ikutsertakan semua OPD,” tandasnya. (Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini