SERANG, BANTENINTENS.CO.ID – Kelurahan Pageragung, Kecamatan Walantaka, Kota Serang mulai menjalankan program Pemerintah Kota (Pemkot) Serang dalam pencegahan stunting dan gizi buruk di wilayahnya. Salah satunya dengan membuka dapur gizi sebagai salah satu pemenuhan nutrisi dan makanan sehat bagi masyatakat, khususnya penderita stunting.

Lurah Pageragung, Hamimi mengatakan, di wilayahnya tidak ada kasus gizi buruk, meski pun masih terdapat stunting. Namun pihaknya membuka dapur gizi sebagai tindak lanjut pencegahan stunting dan gizi buruk.

“Dulu memang ada gizi buruk, tapi sekarang sudah tidak ada, walau pun masih ada stunting. Makanya ada dapur gizi,” katanya, Kamis (11/8/2022).

Selain itu, pihaknya juga dibantu oleh Dinas Kesehatan Provinsi Banten untuk memberikan makanan atau nutrisi tambahan selama 90 hari terhadap penderita stunting. “Kalau dari kami kan dapur gizi itu, sebagai program unggulan pemkot,” ujarnya.

Setiap bulannya, kata dia, untuk mencegah bertambahnya stunting dan gizi buruk, pihaknya bersama petugas kesehatan melakukan kontrol dan monitoring. “Jadi ada kegiatan posyandu setiap bulannya,” katanya.

Pihak kelurahan juga secara rutin memberika edukasi terhadap calon orang tua dan calon pengantin agar memperhatikan pola makan. Khususnya dengan makanan yang bergizi dan bernutrisi tinggi. “Itu ada dari kami, dan memang kan tidak boleh menikah dini,” tuturnya.

Meski demikian, dia mengaku masih cukup banyak masyarakat yang melakukan pernikahan dini atau menikah belum waktunya. “Tapi kami tetap melakukan edukasi dan sosialiasi rutin,” ujarnya. (ADV)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini