SERANG, BANTENINTENS.CO.ID – Sebanyak 211 penderita katarak dan 11 pasien hernia mendapat pengobatan operasi gratis hasil kerjasama Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten serta pihak terkait.
Melibatkan puluhan tenaga dokter spesialis, ratusan pasien tersebut mendapat pengobatan gratis dengan cara dioperasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banten.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti mengungkapkan, dengan menerapkan sistem shift, dari pukul 7 sd 18.00 WIB, pelaksanaan operasi katarak dan hernia berjalan sukses.
“Alhamdulillah jumlah pasien hernia yg di operasi sebanyak 11 orang dan pasien katarak yg dioperasi sebanyak 211 orang,” kata Ati.
Selain menerjunkan tenaga kesehatan Dinkes Provinsi Banten, RSUD Banten, juga mengerahkan tenaga kesehatan penugasan khusus. Selain itu, pihaknya bekerja sama dengan Tim Baksos Pusat dan Persatuan Dokter Spesialis Mata di wilayah Banten.
Mengusung tema Bhakti Adhyaksa Untuk Indonesia Sehat Operasi Katarak dan Hernia Bagi masyarakat Banten tidak mampu, para pasien datang dengan menggunakan bus, ambulans Puskesmas dan ambulans Desa.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Gubernur Banten, Al Muktabar menyatakan, Pemerintah terus-menerus berusaha untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, dan menunjukan Pemerintah hadir dalam berbagai kesempatan.
“Untuk itu, kita berperan dan bersama mendukung untuk Pemerintah hadir dalam menyelesaikan problem di masyarakat,” kata Al Muktabar dalam Penutupan Operasi Katarak dan Hernia di halaman Kantor Kejati Banten, Kota Serang, Minggu (25/9/2022).
Dalam kesempatan tersebut, Al Muktabar mengapresiasi Kejati Banten, Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah Banten serta Persatuan Jaksa Indonesia dalam melaksanakan kegiatan Operasi Katarak dan Hernia kepada masyarakat Banten yang tidak mampu.
“Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiasi kegiatan tersebut yang merupakan rangkaian dari Hari Bhakti Adhyaksa. Mudah-mudahan kegiatan ini bermanfaat untuk kami, khususnya masyarakat Banten yang mengalami katarak dan hernia,” ungkap Al Muktabar.
Al Muktabar juga menuturkan, pihaknya mendukung kegiatan tersebut dengan memfasilitasi tempat dan tim medis dalam pelaksanaan operasi katarak dan hernia. Dimana kegiatan operasi tersebut bertempat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banten.
“Pemerintah terus-menerus berusaha untuk bagaimana memberikan pelayanan kepada masyarakat, dan menunjukan Pemerintah hadir dalam berbagai kesempatan,” katanya.
Pihaknya juga menyampaikan terima kasih kepada Kejati Banten dan Kejaksaan Agung atas kolaborasinya untuk hadir dalam membantu menyelesaikan persoalan yang ada di masyarakat, dalam hal ini pada masalah bidang kesehatan mata.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Banten menyampaikan terima kasih atas kolaborasinya, kita berperan dan bersama mendukung untuk Pemerintah hadir dalam menyelesaikan problem di masyarakat, dan saat ini secara spesifik kepada penderita katarak dan hernia,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Kajati Banten, Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengatakan, kegiatan tersebut merupakan dalam rangka kepedulian Persatuan Jaksa Indonesia kepada masyarakat Indonesia dan juga bagian dari peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke-62 Tahun 2022.
“Ini merupakan pengabdian Persatuan Jaksa Indonesia kepada seluruh masyarakat Indonesia, kita melakukan operasi katarak dan hernia ini kepada masyarakat Banten yang tidak mampu. Dan kita lakukan itu untuk membantu masyarakat yang terkena penyakit katarak dan hernia,” ujarnya.
Menurutnya, penyakit katarak dan hernia merupakan penyakit yang dapat menyerang siapa pun serta tidak mengenal usia, anak-anak hingga dewasa kemungkinan dapat terkena. Sehingga dirinya mengajak masyarakat untuk dapat terus menjaga kesehatan.
“Jika mereka (generasi penerus, red) dapat terhindar dari penyakit katarak dan hernia, harapan kita Banten akan semakin tinggi dan kuat dalam pembangunan. Serta mereka (generasi penerus, red) akan semakin kuat dalam menopang kehidupan keluarganya,” imbuhnya.
Selain itu, dirinya juga mengungkapkan kegiatan operasi katarak dan hernia tersebut mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Provinsi Banten.
“Ini bentuk kolaborasi kita agar memastikan Pemerintah hadir untuk masyarakat Banten yang lebih baik dan sejahtera,” tandasnya.
Marlan, sopir angkot asal Cipocok Jaya, Kota Serang, seusai melakukan operasi Katarak mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemerintah yang sudah melaksanakan kegiatan operasi katarak gratis ini. Kegiatan seperti ini sudah lama ia tunggu, sebab jika harus melakukan operasi secara mandiri ia terbentur dengan keterbatasan dana yang dimiliki.
“Sudah lama saya tunggu. Makanya Ketika istri dapat kabar dari group whatsApps besoknya saya langsung daftar,” katanya.
Pada saat pendaftaran, lanjut Marlan, ia tidak dipungut biaya sama sekali. Ia diminta tim dokter untuk Kembali datang pada saat hari pelaksanaan untuk dilakukan screening kembali.
“Waktu itu juga sudah, tapi katanya nanti akan ada pemeriksaan ulang, dan Alhamdulillah bisa dilakukan tindakan operasi,” ucapnya.
Hal yang sama juga dikatakan Halimah, warga Kelurahan Terondol, Kecamatan Kasemen, Kota Serang. Ia mengaku bahagia akhirnya bisa melakukan operasi katarak di tengah keterbatasan biaya yang ia miliki. “Alhamdulillah pak, bersyukur banget bisa ikut operasi gratis. Kalau nunggu biaya mandiri mah kayanya tidak mungkin, apalagi BPJS saya sudah lama ga dibayar,” ucapnya.
Halimah yang datang bersama suaminya yang berprofesi sebagai petani penggarap itu mengaku mendapatkan kabar ada operasi katarak gratis dari RT di kampungnya. Ia datang ke RSUD bersama beberapa warga lainnya yang juga sudah usia lanjut dengan menggunakan ambulans yang difasilitasi Lurah.
“Iya, tadi ke sini sekitar 5 orang naik ambulan,” pungkasnya. (ADV)