SERANG, BANTENINTENS.CO.ID – Ada yang berbeda dari kampanye yang dilakukan oleh Calon legislatif (Caleg) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI daerah pemilihan (Dapil) Provinsi Banten II dari Partai Demokrat Muhamad Haris.
Pasalnya, Haris bersama dengan relawan dan simpatisannya berkampanye dengan cara berkeliling kampung sembari memainkan alat musik tradisional rebana dan diiringi marawis di Kampung Sempu Kelapa Endep, Kelurahan Cipare, Kota Serang, pada Selasa (30/1/2024).
Haris mengatakan, ia melakukan kampanye dengan cara seperti itu yakni sebagai bentuk upaya pelestarian budaya Banten yang perlahan mulai pudar.
“Hari ini saya bahagia sekali karena saya karena saya memang punya konsep bagaimana mengangkat budaya kita, budaya Banten baik itu dari marawis dan kependekarannya,” ujarnya.
Menurutnya, dengan gaya kampanye seperti itu Haris merasa yakin, masyarakat akan bersimpati kepadanya dan memilihnya di Pemilihan Legislatif (Pileg) tahun 2024 ini.
“Inilah budaya jangan kita hanya berpikir mencari suara untuk kemenangan. Kemenangan itu kita ikhtiar InshaAllah tidak akan kemana-mana,” katanya.
Haris juga menuturkan, dalam kampanyenya ia tidak ingin terlalu mengumbar janji kepada masyarakat. Sebab ia khawatir, jika terlalu banyak umbar janji, ia justru tidak bisa menepati janjinya. Dan karena itu ia tidak ingin dicap sebagai caleg pembohong.
“Kalau menawarkan program yang berlebihan itu namanya membohongi masyarakat, memberdayakan masyarakat untuk kepentingan dirinya sendiri,” ujarnya.
Namun bukan berarti ia hadir ke tengah masyarakat tidak membawa sebuah program dan gagasan. Sebagai caleg Dapil II Banten tentunya Haris memiliki perhatian khusus terhadap suatu persoalan yang dihadapi oleh masyarakat.
Haris mengatakan, dia akan mengupayakan semaksimal mungkin agar masalah pengangguran di Provinsi Banten, khususnya di Kota Serang dapat segera teratasi.
Salah satu caranya adalah dengan mendorong terbukanya lapangan pekerjaan yang seluas-luasnya bagi masyarakat di Kota Serang.
“Kalau saya terpilih duduk di Komisi III, saya bersama para pabrik di sini untuk berpikir bagaimana supaya masyarakat dan ibu-ibu ini anaknya bisa bekerja, bukan jadi pengangguran,” tandasnya. (Red)