SERANG, BANTENINTENS.CO.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang, mencatat per 3 Juni 2024 ada sebanyak 1.225 anak di Kota Serang menderita stunting. Jumlah tersebut tersebar di enam kecamatan di wilayah Kota Serang dan yang terbanyak berada di Kecamatan Serang, dengan total 350 anak.
Kepala Dinkes Kota Serang, Ahmad Hasanudin mengatakan, berdasarkan data per tanggal 3 Juni 2024, jumlah anak yang menderita stunting sebanyak 1.225. Sedangkan, pada bulan Mei 2023 angkanya lebih tinggi, yakni sekitar 1.335 anak yang terkena stunting.
“Kalau bulan Mei angkanya 1.335, dan bulan Juni tanggal 3 itu angkanya 1.225 anak yang stunting. Jadi, kalau prefarensi turun menjadi 1,5 persen dari yang tadinya 23,8 persen, sekarang menjadi 22,3 persen,” katanya, Selasa (4/6/2024).
Dari enam kecamatan, kata dia, Kecamatan Serang mendominasi angka stunting, dengan jumlah yang cukup tinggi, sekitar 350 kasus. Sedangkan, untuk skala kelurahan terdapat di Kelurahan Margaluyu, Kecamatan Kasemen, dengan jumlah sebanyak 51 kasus stunting.
“Memang tersebar di enam Kecamatan, yang paling tinggi di Kecamatan Serang jumlah 350 kasus stunting. Kemudian, Kelurahan Margaluyu menjadi peringkat ketiga kasus stunting terbanyak, yaitu 51 anak,” ujarnya.
Sebenarnya, dikatakan Hasan, secara persentase dan jumlah angka stunting di Kota Serang, tahun 2024 mengalami penurunan yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun, jika dilihat secara angka masih terbilang tinggi, dan berada di atas target penurunan stunting di tingkat nasional.
“Untuk tahun 2023 sebenarnya sudah turun. Dari yang awalnya 23,08 persen menjadi 22,05 persen. Tapi, kalau secara angka, tahun 2024 ini jumlah stunting sebanyak 1.225 kasus di Kota Serang. Target nasional itu 14 persen,” tandasnya. (Red)