SERANG, BANTENINTENS.CO.ID – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Suci di Kelurahan Terumbu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, kondisinya sangat memprihatinkan. Mulai dari plafon bolong, dinding keropos, daun pintu serta jendela ruang kelas lapuk hingga tidak adanya sarana mandi cuci kakus (MCK), hingga kantin sekolah dan perpustakaan.

Kepala SDN Suci, Dedi Salafudin mengatakan, para guru dan siswa juga merasa khawatir setiap kali hujan turun ketika proses kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung, karena sebagian ruang kelas bocor dan bangunan yang lapuk. 

“Apalagi musim hujan dan angin besar, siswa-siswi itu saya suruh keluar ruangan. Takut ambruk, lihat saja kondisinya sudah mau hancur begitu,” katanya, Rabu (18/12/2024).

Dia mengaku, sekolah tersebut sebelumnya pernah dilakukan perbaikan ringan sekitar sepuluh tahun lalu, dan hingga saat ini belum ada renovasi secara total dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang. 

“Memang sekolah ini inpres tahun 1983. Ada perbaikan-perbaikan ringan, seperti ngecat dinding, dan menambal dinding-dinding bangunan yang bolong. Tapi itu terakhir kali dilakukan pada tahun 2014,” ujarnya.

Selain kondisi bangunan sekolah yang sudah lapuk, dikatakan dia, SDN Suci juga kekurangan ruang kelas belajar (RKB) yang saat ini hanya tersedia enam ruang kelas, dengan jumlah siswa sekitar 415. 

“Sekarang kami memiliki 415 siswa, sementara ruang kelas hanya enam. Jadi kalau jumlah itu dibagi ruang kelas kan tidak mungkin satu kelas diisi hampir 70 siswa,” tuturnya.

Maka, pihak sekolah pun berinisiatif untuk melakukan pembagian kelas belajar menjadi dua sesi, pagi dan siang hari yang dimulai pukul 07.00 sampai 11.00 WIB dan dilanjut pukul 11.00 sampai 15.00 WIB. 

“Tapi terpaksa kami lakukan untuk memastikan anak-anak mendapatkan haknya belajar. Mereka (Siswa) juga ikut madrasah, dan guru-gurunya juga harus pulang sore. Kalau di sekolah dasar lain, jam 12 itu sudah pulang,” ucapnya.

Dia pun meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Serang untuk lebih memperhatikan SDN Suci, yang saat ini membutuhkan renovasi, minimal perbaikan atap dan bangunan yang lapuk. Apalagi di musim hujan seperti saat ini, terdapat beberapa bangunan gedung yang rawan ambruk.

“Saya mohon betul kepada pemerintah, baik pemkot, pemprov, maupun pusat untuk memperhatikan sekolah ini, termasuk dibuatkan RKB sesuai kebutuhan, sekitar 12 ruangan,” tandasnya. (Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini