SERANG, BANTENINTENS.CO.ID – Ismala salah seorang pedagang di Taman Sari, Kota Serang, sekaligus pemilik kios yang menolak bangunannya dibongkar akhirnya pasrah dan merelakan kiosnya diratakan dengan tanah oleh Pemerintah Kota (Pemkot) bersama PT KAI.

Penolakan tersebut berawal dari Pemkot Serang bersama PT KAI yang membongkar puluhan kios di lahan PT KAI Taman Sari, Kota Serang, Rabu (12/2/2025). Ismala bersama keluarganya menolak dibongkar, bahkan melawan dengan cara memilih bertahan di dalam kiosnya.

Kepala DinkopUKMPerindag Kota Serang, Wahyu Nurjamil mengatakan, alasan Ismala melunak dan menerima kiosnya dibongkar karena sudah menyadari setelah diberikan edukasi secara persuasif.

“Iya timbul kesadaran bahwa apa yang sudah dilakukan oleh PT KAI ini sudah luar biasa bijaknya. Dan kami juga memberikan pengetahuan atau edukasi bahwa kalau terus bertahan khawatir yang dirugikan sendiri adalah ibu Isma. Dan alhamdulillah sudah sepakat dan sudah deal,” katanya.

Ia memastikan bahwa melunaknya hati Ismala dan suaminya Dodi Rustandi tidak ada komitmen apa pun dengan Pemkot Serang. 

“Ini pak Dodi sudah menerima tanpa tuntutan apapun, tanpa ada deal-dealan apan pun. Semata-mata hanya kesadaran, menerima kebijaksanaan dari PT KAI,” ujarnya.

Wahyu berharap setelah direlokasi ke Pasar Kepandean, para pedagang bisa tumbuh dan berkembang pesat. 

“Mudah-mudahan saya minta doanya kepada masyarakat Kota Serang supaya pedagang yang direlokasi ini bisa tumbuh, terus berkembang dan sukses usahanya,” harap Wahyu. 

Dodi Rustandi, suami Ismala mengaku, ia dan istrinya legowo kiosnya dibongkar karena hanya kios dirinya yang menolak dibongkar.

“Iya istilahnya mah ya kompak semua dibongkar, kita mau gimana lagi. Iya nerima, mau gimana lagi, semua pedagang nerima,” jelasnya. (Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini