SERANG, BANTENINTENS.CO.ID – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Serang mengisi peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Gerindra ke-18 dengan sejumlah kegiatan sosial yang menyasar langsung kebutuhan masyarakat.
Wakil Ketua DPC Gerindra Kota Serang, Bilal mengatakan, rangkaian kegiatan tersebut meliputi bantuan rumah tidak layak huni (RTLH), pembangunan pos kesehatan modular, bakti sosial di rumah ibadah, serta pembagian sembako kepada warga kurang mampu.
“Di HUT Gerindra ke-18 ini, yang pertama kami ada bantuan RTLH. Per rumah kami bantu Rp15 juta dan total ada lima rumah yang dibantu,” ujarnya, ditemui usai acara HUT Gerindra di Kantor DPC Gerindra Kota Serang, Minggu (8/2/2026).
Bilal menjelaskan, total anggaran bantuan RTLH yang disalurkan mencapai Rp75 juta dan seluruhnya bersumber dari DPC Gerindra Kota Serang. Bantuan tersebut difokuskan pada rumah warga yang dinilai paling membutuhkan dan memiliki status kepemilikan tanah yang jelas.
“Anggarannya murni dari DPC Kota Serang. Kami turun langsung, lihat kondisi rumahnya, dan pastikan tanahnya bukan milik negara,” katanya.
Selain bantuan rumah, Gerindra Kota Serang juga menyiapkan pembangunan pos modular yang merupakan bagian dari program pusat.
“Yang kedua kami ada pos modular, Insya Allah segera diresmikan. Ini program dari pusat, dari Pak Prabowo, namanya Pos Kesehatan Merah Putih,” ucap Bilal.
Kegiatan sosial lainnya dilakukan melalui bakti sosial berupa bersih-bersih masjid dan rumah ibadah lain menjelang Ramadan.
“Sebelum puasa kami diperintahkan untuk bersih-bersih rumah ibadah. Ini bagian dari rangkaian HUT Gerindra,” ucapnya.
Gerindra Kota Serang juga menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat tidak mampu.
“Kami siapkan 1.000 paket sembako untuk masyarakat yang tidak mampu,” kata Bilal.
Ia menambahkan, rangkaian kegiatan HUT Gerindra ke-18 dilaksanakan sejak 6 Februari di tingkat DPD Gerindra Provinsi Banten dan berlanjut hingga menjelang bulan puasa. Untuk bantuan RTLH, lokasi penerima tersebar di lima kecamatan, yakni Kecamatan Serang, Kasemen, Taktakan, dan Walantaka.
“Kami fokuskan di lima kecamatan yang kondisinya paling parah. Harapannya bantuan ini benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat,” tandasnya. (Red)









