SERANG, BANTENINTENS.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang bersama Badan Wakaf Al Quran (BWA) dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menyalurkan bantuan kepada warga yang menjadi korban rumah roboh di Lingkungan Kapudang dan Ciralang, Kelurahan Nyapah, Kecamatan Walantaka, pada Rabu (11/3/2026).
Dalam kunjungannya, Walikota Serang Budi Rustandi menyerahkan bantuan berupa uang tunai dan paket sembako.
Ia menjelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan berbagai lembaga, termasuk Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
“Ini bantuan dari Badan Wakaf Al-Qur’an. Bantuan hari ini diberikan uang tunai Rp10 juta dan sembako,” katanya.
“Selain itu, masyarakat kurang mampu di wilayah sekitarnya juga diberikan bantuan sembako oleh Baznas Kota Serang dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Semoga ini bisa membantu meringankan beban masyarakat yang terkena musibah,” sambungnya.
Lebih lanjut, Walikota Serang menegaskan bahwa pelayanan dan kepedulian terhadap warga merupakan prioritas utama pemerintah daerah.
Ia mengaku bersyukur dapat langsung melihat masyarakat yang tengah tertimpa kesulitan tetap mendapatkan perhatian dan dukungan.
“Kebaikan itu bagian dari mencerminkan hati seseorang. Saya puas dan senang jika bisa membuat orang yang sedang kesusahan kembali tersenyum bahagia,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Walantaka Muslim Soleh, menyampaikan apresiasi atas kepedulian pimpinan daerah terhadap warganya.
Ia mengonfirmasi bahwa musibah rumah roboh tersebut dipicu oleh cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Walantaka.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Walikota Serang yang sudah peduli dan memberikan bantuan untuk korban terdampak rumah roboh serta Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di wilayah Walantaka,” katanya.
Sebagai langkah antisipasi ke depan, pihak Kecamatan Walantaka juga tengah melakukan pemetaan terhadap Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang berpotensi terdampak cuaca ekstrem.
Muslim Soleh menyebutkan bahwa Kelurahan Pabuaran menjadi salah satu wilayah dengan jumlah RTLH cukup banyak.
“Di Pabuaran cukup banyak, karena konstruksi bangunan tua di sana rata-rata masih menggunakan bata mentah, sehingga lebih rentan,” pungkasnya. (Red)









