SERANG, BANTENINTENS.CO.ID – Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (DinkopUKMPerindag) Kota Serang mencatat perputaran ekonomi di Pasar Jedogan yang digelar di Pasar Lama Kota Serang mencapai sekitar Rp3 miliar selama 17 hingga 20 Maret 2026.
Kepala DinkopUKMPerindag Kota Serang, Wahyu Nurjamil mengatakan, pihaknya mencatat dari total 180 stand dan 50 lapak emperan yang tersedia di Pasar Jedogan, perputaran ekonomi di acara tersebut mencapai sekitar Rp3 miliar.
“Sesuai dengan catatan kami dari para pedagang, perputaran ekonomi di Pasar Jedogan selama empat hari mencapai kurang lebih hampir Rp3 miliar,” katanya, Selasa (24/3/2026).
Menurutnya, keberhasilan tersebut mencerminkan tingginya daya beli dan antusiasme masyarakat terhadap pasar rakyat yang menawarkan harga kompetitif menjelang lebaran. Pasar Jedogan tidak hanya menjadi tradisi atau tempat berburu kebutuhan Idul Fitri, tetapi juga dapat memberikan dampak ekonomi langsung bagi pelaku usaha kecil.
“Tentu dengan suksesnya Pasar Jedogan di Kota Serang, menunjukkan betapa besarnya antusias masyarakat dan juga berdampak pada perputaran ekonomi pelaku UMKM,” ujarnya.
Melihat dampak positif yang signifikan, Pemerintah Kota (Pemkot) Serang memastikan Pasar Jedogan akan tetap menjadi agenda rutin tahunan. Selain karena nilai ekonominya, pasar ini merupakan warisan budaya lokal yang sudah berlangsung selama puluhan tahun di Kota Serang.
”Pasar Jedogan ini sudah menjadi tradisi khas. InsyaAllah ke depan akan kami kemas lebih baik lagi dan tetap menjadi program tahunan setiap menjelang Idul Fitri,” tuturnya.
Sektor UMKM di Kota Serang, menurut dia, memiliki daya tarik tinggi apabila difasilitasi dengan baik, sehingga pihaknya berjanji akan merangkul lebih banyak pedagang dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pada tahun berikutnya.
“Kesuksesan tahun ini menjadi sinyal kuat bahwa sektor UMKM di Kota Serang memiliki ketahanan dan daya tarik yang luar biasa jika difasilitasi dengan tepat,” ucapnya.
Dikatakan Wahyu, penentuan lokasi tahun depan akan bersifat dinamis, pihaknya akan terus memantau perkembangan dan kebutuhan para pedagang di Pasar Jedogan. Meski Pasar Lama menjadi salah satu opsi, namun kemungkinan untuk memindahkan lokasi ke tempat lain yang dinilai lebih memadai dan mampu menampung lebih banyak pedagang.
“Apabila memungkinkan tetap di Pasar Lama, namun tidak menutup kemungkinan berpindah ke lokasi lain yang lebih memadai. Tantangan ke depan juga bagaimana mengelola keramaian dan tata letak pedagang agar perputaran ekonomi yang besar ini tetap sejalan dengan kenyamanan publik,” tandasnya. (Red)









