SERANG, BANTENINTENS.CO.ID – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) memprediksi bahwa di tahun 2028 mendatang tempat pemrosesan akhir sampah (TPAS) di seluruh Indonesia akan mengalami kelebihan kapasitas atau ‘Overload’.

Hal itu juga diperparah dengan kondisi mayoritas TPAS di Indonesia, termasuk Kota Serang yang rata-rata sudah beroperasi selama 17 tahun, sehingga ancaman krisis sampah dikhawatirkan. 

Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq menegaskan, kunci utama penyelesaian masalah sampah bukan sekadar membangun fasilitas canggih, melainkan melakukan pemilahan sampah langsung dari sumbernya atau di tingkat hulu.

“Bapak Presiden mengingatkan semua bahwa TPA kita secara nasional akan overloaded tahun 2028. Maka, kita semua diminta melakukan pengelolaan sampah mulai dari hulu,” katanya, saat kunjungan di Royal Baroe, Kota Serang, Jumat (27/3/2026).

Apalagi, usia TPAS rata-rata di Indonesia, lebih dari 17 tahun yang dinilai perlu adanya aksi dalam mengelola sampah secara maksimal, untuk menghindari kelebihan kapasitas. 

“Sebagian besar TPA kita rata-rata telah berumur 17 tahun, sehingga langkah-langkah optimasi pengurangan sampah dan pilah sampah di hulu menjadi penting,” ujarnya. 

Menurut dia, menunggu ‘Waste-to-Energy’ bukan menjadi solusi instan dalam mengurangi sampah, meski saat ini pemerintah sedang mempercepat persiapan pembangunan teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) atau ‘Waste-to-Energy’ di wilayah Banten. 

“​Saran saya, tentu kepada Pemerintah Provinsi Banten Bapak Walikota Serang agar kembali meningkatkan kapasitas pilah sampah di masyarakat. Hanya dengan melakukan pilah sampah ini maka secara substansi pengelolaan sampah bisa selesai,” tuturnya.

Pemilahan sampah, kata dia, minimal dibagi menjadi dua kelompok besar, yakni organik dan anorganik. 

Langkah ini dinilai krusial untuk meminimalisir potensi bencana lingkungan dan kerusakan ekosistem di daerah. 

​”Hanya dengan melakukan pilah sampah, secara substansi pengelolaan sampah bisa selesai. Kita jangan hanya bergantung pada penanganan di titik tertentu saja, tapi harus menyeluruh,” ucapnya. 

Di sisi lain, Faisol juga menyoroti kebersihan di Kota Serang, dia mengapresiasi perubahan di beberapa titik seperti di kawasan Royal Baroe yang kini lebih bersih, namun upaya tersebut harus diperluas.

Pihaknya mendorong jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) di Kota Serang dan Provinsi Banten untuk bekerja lebih masif.

​”Di sepanjang jalan kita masih melihat sampah yang pengelolaannya perlu ditingkatkan. Kita ingin upaya nyata yang lebih kuat agar Kota Serang sebagai Ibu Kota Provinsi benar-benar menjadi contoh,” ujarnya. (Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini