SERANG, BANTENINTENS.CO.ID – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang mencatat, selama Ramadan 1447 H/2026, produksi sampah di Kota Serang meningkat. Kenaikan terjadi secara bertahap dengan akumulasi sekitar 10 persen dibanding hari biasa.
Kepala DLH Kota Serang, Farach Richi menjelaskan, perhitungan dilakukan sejak awal Ramadan hingga menjelang Idul Fitri 2026. Dari rata-rata 363 ton, volume sampah bertambah mendekati 400 ton.
“Selama Ramadan kenaikannya konsisten. Dari 363 ton menjadi hampir 400 ton,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).
Menurutnya, peningkatan tersebut dipicu aktivitas konsumsi masyarakat, terutama kebiasaan membeli makanan berbuka dan sahur. Sisa makanan mendominasi jenis sampah yang dihasilkan.
Sebaran sampah tidak terfokus di satu titik. Hampir seluruh wilayah mengalami kenaikan, dengan kontribusi terbesar berasal dari Kecamatan Serang yang memiliki aktivitas perdagangan cukup tinggi.
Lonjakan tertinggi terjadi pada malam takbir. Aktivitas jual beli berlangsung hingga dini hari, bahkan mendekati waktu subuh.
“Pedagang masih berjualan sampai sekitar pukul 03.30 hingga 04.00 pagi. Itu yang membuat volume sampah meningkat signifikan,” kata Farach.
Kondisi tersebut berdampak pada pola kerja petugas kebersihan. Pengangkutan dilakukan hingga sekitar pukul 02.00 dini hari untuk mengantisipasi penumpukan.
Sebagian sampah yang belum terangkut langsung ditangani pada siang hari. Setelah salat zuhur, proses pembersihan kembali dilanjutkan hingga kondisi lapangan terkendali.
DLH Kota Serang memastikan penanganan sampah selama Ramadan tetap berjalan normal. Armada dan petugas disiagakan untuk mengimbangi peningkatan volume, terutama di titik-titik aktivitas masyarakat.
Sementara itu, kawasan permukiman relatif stabil. Tidak ditemukan lonjakan signifikan di lingkungan perumahan selama Ramadan.
DLH mengimbau masyarakat untuk mengurangi sampah makanan serta membuang sampah sesuai waktu yang telah ditentukan guna memudahkan proses pengangkutan. (Red)









