SERANG, BANTENINTENS.CO.ID – Sejak dibangun pada tahun 2017 dan diresmikan tahun 2019, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Serang hingga saat ini belum pernah mengalami perbaikan, sehingga menyebabkan kerusakan di sejumlah titik vital.

Untuk itu, di tahun 2026 ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Serang bakal merehab dan menambah fasilitas yang ada di RSUD Kota Serang.

Rehab dan penambahan fasilitas RSUD Kota Serang perlu dilakukan, karena selama bertahun-tahun minim perhatian dan diharapkan setelah direhab dan ditambah fasilitasnya pelayanan kesehatan untuk masyarakat pasien di RSUD Kota Serang makin nyaman.

Walikota Serang, Budi Rustandi mengaku prihatin karena kondisi fasilitas RSUD Kota Serang kurang terawat, padahal secara konstruksi bangunan dinilai lebih baik dibandingkan fasilitas kesehatan lainnya.

Ia menyebutkan, perbaikan dan penambahan fasilitas RSUD Kota Serang bakal dialokasikan senilai Rp2 miliar hingga Rp3 miliar dari perubahan APBD perubahan Kota Serang tahun 2026.

“Kita perbaiki dulu fasilitasnya nih, karena kan sayang ya, padahal rumah sakit kita ini lebih bagus dari yang lain kalau bangunan ya. Cuman pendukung daripada pemeliharaannya dan fasilitasnya yang kurang,” ujar Budi Rustandi, usai meninjau RSUD Kota Serang, Kamis (5/4/2026).

Untuk diketahui, RSUD Kota Serang ini dibangun sebelum masa kepemimpinan Walikota Serang Budi Rustandi dan Wakil Walikota Serang Nur Agis Aulia.

Budi juga secara khusus menyoroti kondisi ruang operasi yang terbengkalai dan menilainya sangat memprihatinkan.

Ia menjelaskan, perbaikan menyeluruh guna mendongkrak akreditasi rumah sakit ini merupakan salah satu program prioritas kepemimpinannya bersama Wakil Walikota Serang Nur Agis Aulia.

“Kalau yang tahap 2 anggarannya jauh lebih besar direncanakan akan dialokasikan pada APBD Murni 2027,” katanya.

Sementara itu, Direktur RSUD Kota Serang, dr. A. Humariadi mengapresiasi dengan rencana Walikota Serang Budi Rustandi yang akan merehan dan menambah fasilitas RSUD Kota Serang. 

“Alhamdulillah, di masa Bapak Wali Kota sekarang, gedung ini mendapat perhatian penuh. Karena selama ini untuk maintenance tahunan, anggaran yang tersedia memang selalu kurang,” jelasnya.

Ia menuturkan, sejumlah penurunan kualitas bangunan yang wajar terjadi mengingat usia gedung yang tidak lagi baru. Beberapa di antaranya seperti kebocoran plafon dan penurunan spesifikasi bangunan di beberapa titik.

Gedung yang menjadi perhatian utama meliputi gedung terpadu, gedung IGD, serta Gedung rawat inap, terutama bangunan yang telah berdiri sejak tahun 2017 dan kini berusia hampir tujuh tahun. Gedung rawat inap dengan kapasitas 100 tempat tidur disebut sebagai salah satu yang paling membutuhkan penanganan.

Selain itu, terdapat pula satu area di lantai tiga yang sejak awal belum dimanfaatkan secara optimal. Area tersebut awalnya direncanakan sebagai ruang operasi, namun hingga kini belum terealisasi, diduga karena kebutuhan anggaran yang cukup besar.

“Walikota sendiri tercatat telah dua kali melakukan kunjungan ke lokasi tersebut, menunjukkan komitmen serius dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, Pemkot Serang berencana mengalokasikan bantuan anggaran renovasi dalam perubahan anggaran tahun berjalan. Sementara itu, perbaikan berskala besar direncanakan akan masuk dalam anggaran murni tahun 2027.

“Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan dan kualitas pelayanan bagi masyarakat, sekaligus memperpanjang usia pakai gedung yang menjadi fasilitas vital tersebut,” tandasnya. (Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini