SERANG, BANTENINTENS.CO.ID – WaliKota Serang, Budi Rustandi, turun langsung meninjau penyaluran bantuan rumah tidak layak huni (RTLH) di tiga lokasi berbeda dalam satu hari. Peninjauan dilakukan untuk memastikan bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.
Tiga lokasi tersebut yakni, pertama adalah di Kampung Pulojajar Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Cipocok Jaya. Kedua, di Kampung Pasar, Kelurahan Warung Jaud Kecamatan Kasemen. Ketiga, di Kampung Masigit Etan, Kelurahan Masjid Priyayi, Kecamatan Kasemen.
Budi Rustandi menyebut bantuan tersebut disalurkan melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Baznas Kota Serang. Ia menekankan, skema bantuan ini berbeda dengan program dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) yang juga tengah berjalan.
“Untuk rumah yang rusaknya berat, bantuan diberikan sebesar Rp10 juta dalam bentuk uang tunai. Proses pembangunan diawasi oleh RT, lurah, hingga tingkat RW. Sementara untuk kerusakan sedang, diberikan Rp5 juta,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).
Selain dari UPZ Baznas, Pemkot Serang juga menyiapkan dukungan lain melalui program Perkim, termasuk rencana bantuan dari pusat sebanyak 640 unit serta dukungan CSR dari pihak swasta.
Budi menambahkan, langkah ini dilakukan untuk meringankan beban masyarakat sekaligus memastikan kehadiran pemerintah daerah dirasakan langsung oleh warga.
Ia juga mengingatkan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) agar tetap aktif dan responsif dalam menjalankan program pembangunan di Kota Serang.
“Ini jadi contoh agar semua tetap semangat bekerja dan mendampingi program yang sedang berjalan, sehingga masyarakat bisa merasakan manfaatnya,” tandasnya. (Red)









