SERANG, BANTENINTENS.CO.ID – Upaya serius mengatasi persoalan sampah terus dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Serang. Tahun ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang bakal membangun depo sampah modern di Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang, dengan anggaran mencapai Rp400 juta.

Penyuluh Lingkungan Hidup Ahli Muda pada DLH Kota Serang, Arief Sahrul mengungkapkan, bahwa pembangunan depo ini merupakan tindak lanjut dari aspirasi warga Kelurahan Unyur yang menginginkan penanganan sampah lebih teratur dan terpusat.

“Unyur ini sudah terbukti aktif dalam pengelolaan sampah. Bahkan pernah mendapat penghargaan dan berkolaborasi dengan DLH dalam penanganan sampah liar,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).

Tak hanya sekadar tempat penampungan, depo ini dirancang sebagai fasilitas terpadu. Dengan ukuran 9 x 12 meter, bangunan akan dilengkapi ruang jaga, kamar mandi, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), hingga area khusus untuk dua kontainer sampah berkapasitas besar.

Menurutnya, depo ini nantinya akan melayani beberapa wilayah sekaligus, seperti Kampung Kelanggaran, Kidemang, Unyur hingga BIP. DLH juga menyiapkan skema ritase fleksibel, menyesuaikan jumlah warga dan volume sampah di lapangan.

“Satu kontainer bisa menampung sekitar 6,5 sampai 7 kubik. Kalau kebutuhan tinggi, ritase akan kita tambah,” jelas Arief.

Tak hanya infrastruktur, DLH juga menyiapkan sistem operasional yang lebih modern. Mulai dari penyediaan kontainer, pengaturan jalur angkut, hingga jadwal pembuangan sampah harian yang terstruktur.

Untuk retribusi, warga tetap dikenakan tarif sesuai Peraturan Daerah (Perda), yakni mulai Rp10 ribu hingga Rp15 ribu per bulan, tergantung volume sampah. Pembayarannya pun kini makin mudah karena bisa dilakukan melalui loket resmi, QRIS, hingga transfer bank.

DLH juga menggandeng RT, RW, hingga tokoh masyarakat untuk memperkuat pengawasan dan meningkatkan kesadaran warga agar tidak lagi membuang sampah sembarangan.

Lebih dari itu, depo ini ditargetkan menjadi pusat pemilahan sampah. Artinya, sampah yang masih memiliki nilai ekonomi akan dipisahkan terlebih dahulu sebelum masuk ke tahap akhir.

“Harapannya, yang masuk ke depo itu benar-benar residu. Jadi pengelolaan sampah bisa lebih efektif dan bernilai,” pungkasnya.

Dengan hadirnya depo ini, Kelurahan Unyur diharapkan bisa menjadi contoh pengelolaan sampah terpadu di Kota Serang karena telah berhasil melalui kegiatan edukasi kepada RT dan RW terkait pemanfaatan sampah dan pengelolaan sampah ke TPSA, pengelolaan sampah di lingkungan (Pembentukan dan pembinaan Bank sampah) dan juga penanganan sampah liar. (Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini