SERANG, BANTENINTENS.CO.ID – Penataan Kawasan Royal Baroe di Kota Serang mulai digarap dengan melibatkan dukungan dari PT Bank Pembangunan Daerah Banten atau Bank Banten. Skema ini dipilih untuk mempercepat pembenahan kawasan tanpa membebani anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kota Serang.

Walikota Serang, Budi Rustandi, mengatakan Pemerintah Kota (Pemkot) Serang hanya menyiapkan konsep penataan, sementara realisasi pekerjaan dilakukan oleh pihak Bank Banten. Model kolaborasi ini diarahkan agar pembangunan tetap berjalan meski ruang fiskal terbatas.

“Konsepnya dari kami, pelaksanaannya dibantu Bank Banten. Jadi tidak menggunakan APBD,” kata Budi, Kamis (23/4/2026).

Ia menjelaskan, penataan difokuskan pada peningkatan estetika dan kenyamanan kawasan Royal Baroe agar lebih menarik sebagai ruang publik. Perubahan akan terlihat pada tampilan kawasan yang dibuat lebih rapi dan memiliki daya tarik visual.

Menanggapi pertanyaan publik soal transparansi anggaran, Budi menegaskan sumber pembiayaan berasal dari pihak Bank Banten. Pemkot Serang hanya memfasilitasi agar kegiatan bisa berjalan sesuai rencana yang telah disusun.

“Tidak ada uang dari APBD. Ini murni dukungan dari Bank Banten, kami hanya memfasilitasi,” ujarnya.

Budi berharap penataan Royal Baroe dapat memberikan dampak langsung terhadap aktivitas masyarakat dan mendorong kunjungan ke kawasan tersebut. Ia juga membuka peluang kerja sama serupa dengan pihak lain dalam pengembangan titik-titik kota.

“Kalau hasilnya bagus, ini bisa jadi contoh. Kita butuh banyak kolaborasi seperti ini supaya pembangunan tetap jalan,” ucapnya.

Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (DinkopUKMperindag) Kota Serang, Wahyu Nurjamil mengatakan, dukungan anggaran kolaborasi bersama Bank Banten senilai Rp600 juta. Dana tersebut difokuskan untuk penguatan identitas kawasan sekaligus pemberdayaan masyarakat di sekitar lokasi.

Anggaran itu digunakan untuk program branding Royal Barue, termasuk pembangunan gapura di sejumlah titik kampung tematik.

“Anggarannya Rp600 juta untuk branding Royal Baru, kerja sama dengan Bank Banten. Salah satunya pembangunan gapura di beberapa titik,” kata Budi.

Selain pembangunan fisik, kegiatan juga mencakup pembinaan masyarakat agar kawasan yang ditata memiliki aktivitas ekonomi yang berjalan. Pemerintah kota menetapkan tiga wilayah sebagai kampung tematik, yakni Pegantungan, Kebon Sayur, dan Gang Mangga Dua.

Kepala Bank Banten Kantor Cabang Khusus (KCK) Serang, Muhammad Novrianto, menyatakan bahwa bantuan ini merupakan wujud nyata kontribusi bank daerah setelah dipercaya mengelola Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Kota Serang.

“Sebagai bentuk komitmen kami Bank Banten ya, ketika pengelolaan RKUD ada di Bank Banten kita mah siap men-support apapun kegiatan dari Kota Serang. Kita melihat kawasan Royal Baru itu kawasan strategis, makanya kita juga nanti minta di-branding Pak Wali,” ujar Novrianto.

Ia berharap melalui sinergi branding visual pada infrastruktur tematik yang dibangun, Bank Banten akan semakin dikenal luas oleh masyarakat sekaligus memberikan partisipasi nyata bagi kemajuan ibu kota Provinsi Banten.

Pihak Bank Banten juga menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dalam berbagai proyek strategis lainnya bersama Pemkot Serang di masa mendatang. (Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini