Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Serang, Farach Richi.

SERANG, BANTENINTENS.CO.ID – Kerja sama penggunaan pengolahan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong antara Pemerintah Kota (Pemkot) Serang dan Pemkot Tangerang Selatan (Tangsel), mulai dilanjutkan pada Juli 2022. Bahkan, saat ini impor sampah dari Tangsel sudah dilakukan sepekan terakhir.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang Farach Richi mengatakan, kerja sama tersebut mulai dilanjutkan untuk tahun kedua, dan akan berlanjut hingga 2023 mendatang.

“Iya, ini kan menindaklanjuti kerja sama yang berlangsung selama tiga tahun, dan ini tahun kedua, sampai 2023,” katanya, Senin (11/7/2022).

Dalam sehari, dikatakan dia, Pemkot Serang menerima kiriman sampah sebanyak 400 ton dari Pemkot Tangsel. Jumlah itu pun sudah disepakati dan telah berjalan sejak tahun sebelumnya.

“Untuk jumlah mobil itu tentativ, tapi yang pasti dalam satu hari itu 400 ton, bagaimana dari sananya,” ujarnya.

Besaran harga retribusi per ton sampah dari Tangsel, dia menjelaskan, masih sama seperti tahun lalu, yakni Rp175.000 per ton. Termasuk dengan bantuan keuangan untuk Pemkot Serang.

“Tapi itu di anggaran perubahan, dan tahun ini mendapatkan Rp5 miliar,” tuturnya.

Selain itu, kompensasi dampak negatif (KDN) kepada warga di sekitar TPAS Cilowong juga tetap mendapatkan hak sebesar 10 persen dari jumlah retribusi yang dibayarkan oleh Pemkot Tangsel dari hasil pembuangan sampah.

“KDN tetap 10 persen dari retribusi sampah, dan tidak bisa dipukul rata, itu tergantung dari besaran retribusi perbulannya berapa. Harus dilihat dari timbangan dulu, supaya transparan dan akuntabel,” tandasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini