SERANG, BANTENINTENS.CO.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang mendorong para orangtua khususnya ibu untuk memberikan Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) berbahan pangan lokal bagi bayi berusia enam bulan ke atas. Langkah ini dinilai lebih sehat dan ekonomis dibandingkan dengan produk pabrikan.

Nutritonist Ahli Muda pada Dinkes Kota Serang, Irawati mengatakan, pemberian MPASI sebaiknya dimulai ketika bayi berusia enam bulan dengan tekstur makanan saring. 

“Usia 6–7 bulan bisa diberikan makanan saring dari bahan makanan keluarga yang diolah ulang, bukan dari produk kemasan. Misalnya dari sayur sop, ayam goreng, atau tahu goreng yang disesuaikan porsinya,” ujarnya, Selasa (11/11/2025).

Irawati menekankan makanan sebaiknya tidak diblender karena proses tersebut dapat merusak kandungan gizi. 

“Blender butuh tambahan air, sehingga volumenya banyak tapi zat gizinya menurun. Lebih baik disaring menggunakan saringan kawat,” jelasnya.

Menurutnya, tahapan MPASI perlu disesuaikan dengan usia bayi. Setelah makanan saring, bayi usia 8–9 bulan dapat beralih ke bubur lembek, kemudian pada usia 9–12 bulan diberikan nasi tim, dan di atas satu tahun sudah bisa mengonsumsi nasi seperti keluarga.

Ia juga mengingatkan agar makanan bayi diambil sebelum ditambah bumbu masakan keluarga. 

“Ambil dulu sebelum ditambah garam atau penyedap. Setelah itu baru bisa diolah untuk bayi,” katanya.

Untuk bayi yang mengalami kesulitan makan atau Gerakan Tutup Mulut (GTM), Irawati menyarankan agar orang tua tetap disiplin menawarkan makanan pada jam makan. 

“Bayi tetap perlu dikenalkan makanan di waktu yang sama setiap hari. Bisa juga diberi Finger Food agar ia belajar makan sendiri,” tambahnya.

Irawati menilai produk pabrikan tergolong Ultra Processed Food (UPF) karena mengandung kadar gula, garam, dan lemak yang tinggi. 

“Kita dorong penggunaan bahan pangan lokal yang segar. Misalnya pisang, pepaya, atau melon aman dikonsumsi setelah usia delapan bulan, asalkan tidak terlalu asam,” ujarnya.

Ia menutup dengan pesan agar para ibu lebih sabar memperkenalkan berbagai jenis makanan sehat. 

“Setiap anak punya prosesnya masing-masing. Kuncinya sabar dan konsisten dengan bahan pangan segar dari dapur sendiri,” tandasnya. (Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini