SERANG, BANTENINTENS.CO.ID – Potensi pariwisata di Kota Serang disebut masih biasa saja. Karena sejauh ini perkembangan pariwisata di ibukota Provinsi Banten ini belum signifikan yang bisa menarik wisatawan untuk tinggal dan menikmati destinasi wisata.

Untuk itu, berbagai elemen pariwisata, mulai dari hotel, pelaku usaha wisata air, hingga kelompok sadar wisata dikonsolidasikan untuk memastikan Kota Serang menjadi tuan rumah yang nyaman bagi wisatawan menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Serang, Zeka Bachdi mengatakan, pihaknya baru saja merampungkan rapat koordinasi internal terkait penguatan destinasi wisata. Ia menjelaskan persiapan dilakukan bersama Kang Nong, PHRI, hingga Pokdarwis. 

“Insyaallah hari Kamis kami kumpulkan PHRI. Kelompok sadar wisata juga sudah kami himpun. Kita ingin Nataru ini berjalan baik, Kota Serang menjadi tuan rumah yang ramah bukan hanya untuk wisata religi, tapi juga wisata air dan wisata alam,” ujarnya, Rabu (3/12/2025).

Menurut Zeka, selain menjadi tujuan wisata, Kota Serang juga kerap menjadi tempat transit bagi wisatawan yang melanjutkan perjalanan ke Pandeglang, Rangkasbitung dan daerah lain. 

“Seluruh wisatawan, baik yang berkunjung maupun sekadar singgah, harus mendapatkan pelayanan terbaik,” katanya.

Dispora juga menyiapkan panggung wisata di TIC yang akan menampilkan seni budaya seperti debus, marawis, hingga rudat setiap Sabtu dan Minggu sore. Program ini telah mulai berjalan sejak akhir pekan lalu dan dijadwalkan berlanjut hingga 2026. 

“Wisatawan bisa melihat langsung seni Kota Serang tanpa menunggu momen tertentu,” katanya.

Untuk sektor perhotelan, Dispora meminta hotel-hotel di bawah naungan PHRI menonjolkan kuliner tradisional Kota Serang selama momen Nataru. Upaya ini dibarengi kerja sama dengan pelaku ekonomi kreatif agar penyediaan bahan dan menu khas daerah semakin optimal. 

“Kalau datang ke Serang, makanannya harus rasa Serang. Itu yang kita dorong,” kata Zeka.

Sektor wisata air diprediksi masih menjadi destinasi paling padat pada pergantian tahun. Karena itu, Zeka meminta pengelola kolam renang dan waterboom menambah petugas serta memperkuat aspek keselamatan. 

“Pengaturan parkir dan keamanan juga harus ditingkatkan seiring meningkatnya mobilitas pengunjung,” ucapnya.

Terkait potensi ekonomi, ia menyebut pemasukan dari sektor pariwisata tidak menjadi fokus utama karena sebagian besar wisata di Kota Serang masih berbasis masyarakat. Namun Dispora tetap memproyeksikan kenaikan retribusi dari parkir, konsumsi, dan aktivitas wisata lainnya. 

“Tahun-tahun sebelumnya saat Nataru selalu ada peningkatan signifikan,” tandasnya.

Berdasarkan data kunjungan, mayoritas wisatawan masih berasal dari wilayah Provinsi Banten, terutama Kabupaten Serang. Meski demikian, wisatawan dari luar daerah juga tercatat terus berdatangan. (Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini