SERANG, BANTENINTENS.CO.ID – Akibat hujan deras yang mengguyur sejak Jumat (2/1/2026) kemarin, sebagian wilayah di Kota Serang masih terendam banjir, salah satunya yakni di Kampung Cegedung, RT 14 RW 9, Kelurahan Margaluyu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang. 

Dalam kondisi itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Serang akan selalu hadir di tengah-tengah masyarakat, baik mencari solusi penyebab banjir atau memberikan bantuan bagi yang terdampak banjir. 

Wakil Walikota Serang, Nur Agis Aulia meninjau langsung ke lokasi banjir dan berdialog dengan warga serta pengurus lingkungan. Dari hasil pemantauan di lapangan, banjir di kawasan tersebut baru berlangsung satu hari, namun telah mengganggu aktivitas warga secara menyeluruh.

“Sebanyak 83 KK terdampak, sebagian warga dievakuasi ke masjid, sebagian lainnya mengungsi ke rumah keluarga di luar daerah,” ujar Agis, Sabtu (3/1/2025).

Ia menyebutkan, banjir menyebabkan warga tidak dapat beraktivitas normal, termasuk bekerja. Kebutuhan paling mendesak yang disampaikan warga meliputi makanan siap saji, air bersih, serta kesiapsiagaan evakuasi apabila kondisi memburuk.

Selain itu, ditemukan penyempitan alur sungai akibat tumpukan material bekas bongkaran bangunan yang belum diangkat. Kondisi tersebut diduga menghambat aliran air dan memperparah genangan di kawasan permukiman.

Menanggapi situasi tersebut, Pemkot Serang memprioritaskan dua hal utama. Pertama, memastikan kondisi kesehatan warga terdampak melalui pengerahan seluruh puskesmas untuk melakukan pemeriksaan langsung di lokasi pengungsian. Kedua, pemenuhan kebutuhan konsumsi warga.

“Hari ini dapur umum dibangun dan dipusatkan di SMP Sohibul Barokah, dipimpin langsung oleh Dinas Sosial. Makanan akan didistribusikan ke seluruh titik terdampak,” kata Nur Agis.

Ia menjelaskan, dapur umum hanya dibuka di satu titik agar pengelolaan lebih terkoordinasi, sementara distribusi dilakukan ke kawasan lain yang terdampak banjir. Selain itu, OPD terkait akan menangani faktor penyebab banjir, termasuk upaya penanganan penyumbatan aliran sungai.

Nur Agis juga mengapresiasi peran BPBD yang terus melakukan pemantauan sejak malam hari dan memastikan kesiapsiagaan personel di lapangan.

“Semua terus dipantau. Pemerintah daerah bekerja bersama untuk menangani banjir dan memastikan warga terdampak tertangani,” tandasnya. (Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini