SERANG, BANTENINTENS.CO.ID – Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang, Kota Serang, menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan Kelurahan (Musrenbangkel) RKPD Kota Serang Tahun 2027 yang dilaksanakan di Gedung Serba Guna (GSG) Al Izzah, pada Selasa, 13 Januari 2026, 

Musrembang Kelurahan Unyur diikuti sekitar 80 persen ketua RW beserta undangan yang hadir. Forum ini menjadi ruang penyampaian aspirasi warga yang dihimpun melalui RT dan RW.

Lurah Unyur, Nana Heryatna, mengatakan sebagian besar keluhan yang disampaikan berkaitan dengan kebutuhan infrastruktur lingkungan. Aspirasi tersebut mencerminkan kondisi riil yang masih dirasakan warga di sejumlah wilayah.

“Keluhan para ketua RW merupakan suara dari warga dan RT, mayoritas masih terkait infrastruktur,” ujar Nana.

Selain infrastruktur, Musrenbang juga mencatat masukan dari Puskesmas Unyur dan para kader kesehatan. Usulan tersebut berkaitan dengan program pemberian makanan tambahan serta pelaksanaan program MBG bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Menurut Nana, seluruh kebutuhan pembangunan infrastruktur dari masing-masing lingkungan telah direkap untuk perencanaan tahun 2026 hingga 2027. Sementara usulan masyarakat yang diajukan pada tahun 2025 dan dibiayai melalui dana kelurahan, sebagian besar telah direalisasikan pada 2026.

“Usulan yang diajukan melalui dana kelurahan sudah kita laksanakan. Termasuk yang disampaikan Pak Camat, melalui dana OPD kecamatan yang diturunkan ke kelurahan, sudah terealisasi di wilayah Gempol RT 2 RW 17,” katanya.

Ia menambahkan, berdasarkan evaluasi tahun 2025, dari total 30 RW di Kelurahan Unyur, hanya tiga RW yang belum tersentuh pembangunan. Dua RW berada di wilayah perumahan TBL, yakni RW 03 dan RW 28, sementara satu RW lainnya, RW 29, belum dapat direalisasikan karena belum dilakukan serah terima aset perumahan kepada Pemerintah Kota Serang.

“Karena kendala aset, RW 29 sampai saat ini belum tersentuh pembangunan,” jelas Nana.

Memasuki 2026, Nana menyebut sekitar 90 persen RW telah menerima program pemerintah, mulai dari pembangunan dan pemeliharaan jalan, drainase, paving block, pembangunan jembatan lingkungan, bedah rumah, hingga bantuan sosial.

Musrenbang kali ini juga merekap usulan bantuan sosial. Data penerima dievaluasi dengan mencoret penerima yang dinilai sudah mengalami peningkatan ekonomi, lalu digantikan dengan usulan penerima baru yang lebih membutuhkan.

Selain itu, muncul usulan baru dari Puskesmas Unyur yang kini berpindah lokasi ke kawasan Banten Indah Permai (BIP). Pihak Puskesmas mengusulkan pembangunan jembatan sebagai akses masuk ke fasilitas kesehatan tersebut.

“Permintaan pembangunan jembatan akses ke Puskesmas akan kami koordinasikan dengan Pak Camat dan dinas terkait. Jika Puskesmas aktif di sana, maka akses jembatan memang harus dibangun,” kata Nana.

Dalam pesannya kepada para ketua RT dan RW, Nana menegaskan peran strategis mereka sebagai bagian dari pemerintahan sesuai Peraturan Wali Kota Serang Nomor 18 Tahun 2023.

“RT dan RW adalah kepanjangan tangan pemerintah. Karena itu, diperlukan sinergi dengan masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan usulan pembangunan agar dapat diajukan ke instansi terkait, baik tingkat kota, provinsi, maupun kementerian,” tandasnya.

Ia berharap pasca Musrenbang terdapat peningkatan peran RT dan RW dalam menjalankan tugas pemerintahan di tingkat lingkungan demi pelayanan publik yang lebih baik. (Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini