SERANG, BANTENINTENS.CO.ID – Pemerintah Kecamatan Serang menggelar Pra Musyawarah Rencana Pembangunan (Pra-Musrenbang) RKPD Tahun 2027 Tingkat Kecamatan Serang, Kota Serang Tahun Anggaran 2026, yang dilaksanakan di Aula Kantor Kecamatan Serang, pada Kamis (22/1/2026).
Pra Musrenbang Kecamatan Serang dihadiri oleh 12 kepala kelurahan, perwakilan masyarakat, RT dan RW, serta unsur kecamatan, mulai dari camat, sekretaris camat, para kepala seksi, hingga perangkat kelurahan.
Camat Serang, Basuni mengatakan, Pra Musrenbang merupakan tahapan awal yang sangat strategis dalam proses perencanaan pembangunan.
“Forum ini menjadi ruang bagi kita semua untuk mengidentifikasi, menyelaraskan, dan memprioritaskan usulan pembangunan yang berasal dari kelurahan agar sejalan dengan kebutuhan masyarakat serta kebijakan pembangunan daerah,” kata Basuni.
Pra musrenbang ini, menurutnya, adalah tahap awal proses perencanaan pembangunan. oleh karena itu ia meminta kepada seluruh lurah, untuk mengawal dan memperjuangkan usulan masyarakat agar dapat dianggarkan dan dilaksanakan pada pembangunan tahun 2027, terutama usulan-usulan yang selaras dengan tujuan rencana kerja pembangungan daerah.
“Oleh karena itu saya harap pra musrenbang kecamatan serang ini menghasilkan usulan-usulan rencana pembangunan yang selektif dan betul-betul dibutuhkan oleh masyarakat sehingga kegiatan pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah kota serang dapat terasa manfaatnya secara langsung oleh masyarakat,” ucapnya.
Sekretaris Kecamatan Serang, Agung Ginanjar, menjelaskan pra Musrenbang dilakukan dengan meninjau kembali seluruh usulan masyarakat dari 12 kelurahan. Usulan tersebut kemudian diseleksi guna menentukan kebutuhan paling mendesak yang realistis untuk diusulkan, menyesuaikan dengan kemampuan anggaran pemerintah daerah.
“Usulan dari kelurahan kita pilah untuk menentukan skala prioritas. Dari situ sekaligus dipetakan sumber pendanaannya, apakah memungkinkan dianggarkan melalui APBD kelurahan, OPD terkait, provinsi, atau bahkan diusulkan ke pemerintah pusat,” ujar Agung.
Hasil pembahasan pra Musrenbang menunjukkan mayoritas usulan masih didominasi pembangunan infrastruktur. Agung menyebut sekitar 90 persen aspirasi masyarakat berkaitan dengan kebutuhan fisik, terutama yang berhubungan dengan penanganan lingkungan.
Dari seluruh usulan yang masuk, kecamatan kemudian melakukan penyempitan. Awalnya terdapat sekitar 10 usulan dari tiap wilayah, lalu dirangkum menjadi delapan, hingga akhirnya ditetapkan tiga usulan prioritas utama. Langkah tersebut diambil dengan mempertimbangkan keterbatasan anggaran Pemerintah Kota Serang.
Terkait jenis infrastruktur, Agung menyebut seluruh kelurahan di Kecamatan Serang mengajukan pembangunan fisik dengan ragam kebutuhan berbeda. Mulai dari pemasangan paving block, pembangunan tembok penahan tanah (TPT), perbaikan drainase, hingga normalisasi sungai.
“Permasalahan banjir masih menjadi perhatian utama masyarakat. Itu sebabnya usulan yang berkaitan dengan drainase dan normalisasi sungai banyak muncul dan dianggap paling mendesak,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua Forum RT/RW Kecamatan Serang, Sumardi mengatakan, Pra Musrenbang memberi kejelasan arah pembangunan bagi masyarakat. Setiap kelurahan, kata dia, kini mengetahui program yang akan dilaksanakan pemerintah pada tahun mendatang.
“Pra Musrenbang ini langkah yang sangat baik. Artinya pembangunan di Kecamatan Serang sudah terbuka. Seluruh kelurahan mengetahui program yang akan dibangun ke depan,” ujar Sumardi.
Menurutnya, proses Musrenbang menjadi sarana penting dalam merangkum kebutuhan masyarakat dari tingkat bawah. Usulan yang telah disepakati diharapkan dapat direalisasikan sesuai harapan warga.
“Harapan kami, apa yang sudah dirangkum dari setiap kelurahan mudah-mudahan bisa terlaksana, sehingga kebutuhan masyarakat benar-benar terpenuhi,” katanya.
Forum RT/RW Kecamatan Serang juga menyatakan dukungannya terhadap program pembangunan yang dijalankan Walikota Serang Budi Rustandi dan Wakil Walikota Serang Nur Agis Aulia. Sumardi menilai, sebagai ibu kota provinsi, Kota Serang perlu terus berbenah agar pembangunan terlihat nyata.
“Kami dari Forum RT/RW selalu mendukung program yang digagas Pak Budi dan Pak Agis. Kota Serang sebagai ibu kota provinsi harus terus dibenahi,” ucapnya.
Ia menilai sejumlah pembangunan mulai menunjukkan hasil, terutama penataan kawasan Royal Baroe serta rencana pembangunan Alun-alun Kota Serang mendatang.
“Sekarang sudah terlihat perubahan. Penataan kawasan kota mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ucap Sumardi.
Terkait dinamika di masyarakat, Sumardi menilai perbedaan pendapat dalam pembangunan merupakan hal yang wajar. Namun, ia menegaskan Forum RT/RW mendukung penuh kebijakan Walikota Serang Budi Rustandi.
“Kalau ada pro dan kontra itu wajar dalam kebijakan. Tapi selama langkahnya baik untuk masyarakat, Forum RT/RW mendukung sepenuhnya,” tandasnya. (Red)









