SERANG, BANTENINTENS.CO.ID – Pasar Jedogan yang menjadi ciri khas di Kota Serang setiap tahun saat menjelang Hari Raya Idul Fitri yang biasa digelar di Kawasan Royal kini dipindahkan ke Pasar Kepandean.

Langkah relokasi tersebut diambil Pemerintah Kota (Pemkot) Serang untuk melindungi hasil revitalisasi kawasan Royal Baroe agar tidak rusak akibat aktivitas pasar tumpah yang padat.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DinkopUKMPerindag) Kota Serang, Wahyu Nurjamil menegaskan, bahwa kawasan Royal kini berstatus area terlarang untuk gelaran Pasar Jedogan. 

Pemerintah ingin memastikan fasilitas umum yang baru dibangun tetap terjaga kualitasnya dan dapat dinikmati masyarakat dalam jangka panjang.

“Kenapa Pasar Jedogan dipindahkan ke Pasar Kepandean? Karena Royal Baroe sudah tidak boleh lagi digunakan, khawatir nanti akan merusak fasilitas yang sudah dibangun,” ujar Wahyu Nurjamil usai rapat koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kamis 22 Januari 2026. 

Meskipun lokasi berpindah, Wahyu menjanjikan konsep acara yang lebih meriah. Skala kegiatan akan ditingkatkan menyerupai ‘mini Serang Fair’. 

Selain bazar murah, dikatakan Wahyu, acara yang berlangsung selama tiga hari ini akan dimeriahkan dengan pentas musik dan berbagai permainan hiburan.

Pemkot Serang mengalokasikan anggaran sekitar Rp 200 juta untuk menyukseskan perhelatan ini.

Dana tersebut mencakup biaya operasional acara serta honorarium bagi petugas gabungan dari Bappeda, Dishub, Satpol PP, TNI, Polri, hingga Dinas Lingkungan Hidup yang terlibat dalam pengamanan dan kebersihan.

Terkait kapasitas, dituturkan Wahyu dari pihak kecamatan dan kelurahan mencatat kebutuhan sekitar 200 stand pedagang.

Namun, untuk tahun ini pemerintah baru dapat mengakomodasi sekitar 120 hingga 130 stand atau sekitar 70 persen dari total kebutuhan. 

Prioritas utama pengisi stand diberikan kepada para pengusaha lokal Kota Serang.

Untuk menjamin kelancaran acara, Dinas Perhubungan akan menerapkan rekayasa lalu lintas di sekitar Kepandean. 

Petugas akan menutup akses jalan mulai dari titik Hotel Flamingo hingga tikungan menuju area Kepandean.

Wahyu memaparkan teknis penataan pedagang di lokasi baru tersebut. Konsep yang diusung menyerupai hari bebas kendaraan atau Car Free Day. 

“Pasar Jedogan ini nanti ada event musik, games dan lainnya yang nanti akan dilaksanakan di Pasar Kepandean,” katanya. 

Dijelaskan Wahyu Nurjamil, tenant pakaian dan fashion akan ditempatkan di badan jalan yang ditutup, sementara pedagang kuliner tetap menempati area dalam pasar yang sudah tersedia.

“Jadi kita menutup jalan dari Flamingo sampai tikungan. Tenant fashion ada di depan jalan, kulinernya tetap di situ. Konsepnya seperti Car Free Day,” jelasnya.

Rencananya, Pasar Jedogan akan digelar pada rentang tanggal 17 hingga 20 Ramadan. Pemkot menargetkan seluruh aktivitas perdagangan selesai sebelum malam takbiran. 

Hal ini dilakukan agar kawasan tersebut sudah bersih dan rapi saat masyarakat merayakan hari kemenangan atau Hari Raya Idul Fitri 2026. (Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini