SERANG, BANTENINTENS.CO.ID – Walikota Serang Budi Rustandi melakukan kunjungan kerja ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Serang untuk memantau langsung penanganan kasus Tuberkulosis (TBC) pada Selasa (24/2/2026).

Budi Rustandi menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Serang untuk menuntaskan penyebaran penyakit menular ini melalui kolaborasi lintas sektor.

​Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat perbedaan angka kasus antara data pusat dan fakta di lapangan. Jika data pusat mencatat sekitar 3.000 kasus, temuan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang menunjukkan angka yang lebih tinggi.

​”Ada kurang lebih kalau data dari pusat itu sekitar 3.000 lebih, tapi pada faktanya di lapangan setelah dideteksi oleh Pak Kadinkes itu sekitar 4.000-an. Nah, ini menjadi PR kita semua untuk mendeteksi dini,” ujar Budi Rustandi kepada awak media.

​Menyikapi temuan tersebut, Dinas Kesehatan akan segera meluncurkan program Grebek TB,  Program ini bertujuan untuk menjemput bola dalam mendeteksi penderita TBC ditengah masyarakat agar bisa segera mendapatkan penanganan medis.

​Walikota juga menginstruksikan Dinas Kesehatan untuk segera berkoordinasi dengan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), mulai dari Camat, Lurah, hingga tingkat RT dan RW.

​”Ini perlu kolaborasi dengan seluruh OPD, baik Camat, RT, RW, Lurah, karena ini harus bekerjasama semua dan mengedukasi para pasien agar mau segera berobat,” tegasnya.

​Salah satu tantangan terbesar dalam penyembuhan TBC adalah masa pengobatan yang cukup lama, yakni minimal 7 bulan tanpa putus. 

Budi mengatakan banyak pasien yang gagal sembuh karena malas atau lalai mengonsumsi obat secara rutin.

​Oleh karena itu, Pemkot Serang akan memperkuat peran Pengawas Minim Obat (PMO) untuk memantau perkembangan pasien setiap hari.

​”Kendalanya si pasien ini malas minum obat karena 7 bulan itu. Berarti harus ada pengawasan minum obat, PMO namanya. Harus diawasin minum obat setiap hari baru bisa sembuh,” jelasnya.

Budi Rustandi memastikan bahwa seluruh biaya pengobatan TBC ditanggung sepenuhnya oleh negara atau gratis, sesuai dengan program Presiden RI. Ia berharap masyarakat memiliki kesadaran tinggi untuk memeriksakan diri.

​”Saya sebagai kepala daerah bertanggung jawab melindungi dan memberikan jaminan kesehatan kepada seluruh warga Kota Serang. Kalau ini dilaksanakan (kolaborasi) se-Indonesia, bisa beres semuanya,” tandasnya. (Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini