SERANG, BANTENINTENS.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang melakukan dialog bersama masyarakat Kecamatan Taktakan terkait uji coba kerja sama Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong dengan Pemkot Tangerang Selatan (Tangsel).
Dialog tersebut dilakukan dikarenakan terdapat saran dan masukan dari warga Kecamatan Taktakan terkait kondisi truk sampah yang layak serta air lindi tidak berceceran.
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Pembangunan dan Investasi Kota Serang Wahyu Nurjamil mengatakan, terdapat beberapa evaluasi yang disampaikan oleh masyarakat Kecamatan Taktakan mengenai pengiriman sampah dari Tangsel. Di antaranya memastikan truk pengangkut sampah benar-benar unit baru, dan apakah dalam truk tersebut terdapat penampungan air lindi.
Kemudian soal terpal penutup bak truk sampah, serta apakah sampah yang dikirimkan dari Tangsel tersebut berasal dari sampah timbunan atau timbulan.
“Berdasarkan hasil pengawasan kami dan sebagian masyarakat, mobil (Truk) benar baru, terpal baru, air lindi memang masih ada yang tercecer, dan sampah yang dibawa ke Kota Serang itu sampah baru. Itu hal-hal yang dievaluasi,” katanya, Selasa (6/1/2026).
Selain itu, catatan evaluasi lainnya berkaitan dengan kondisi psikologi masyarakat sekitar, yang juga menjadi perhatian Pemkot Serang untuk kemudian menjadi bahan evaluasi terhadap perjanjian kerja sama (PKS) antara Pemkot Serang dengan Pemkot Tangsel ke depannya.
“Termasuk pada keadaan kebatinan atau psikologi masyarakat juga menjadi masukan untuk kepala daerah agar mengevaluasi berkaitan dengan PKS antara Pemkot Serang dengan Pemkot Tangsel,” ujarnya.
Setelah mendapat masukan serta evaluasi dari masyarakat tersebut, pihaknya akan menyampaikan kepada Walikota Serang untuk kembali membahas dan menindaklanjutinya.
“Besok baru kami sampaikan kondisi objektif kepada Pak Wali, dan nanti Pak Wali yang memutuskan,” ucapnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang, Farach Richi menjelaskan, dalam proses kerja sama Tangsel terdapat dua lokasi cek poin yang dilakukan baik oleh Pemkot Serang maupun masyarakat sekitar.
“Cek poin pertama di kilometer 68, dan kedua di Jakung oleh masyarakat,” tuturnya.
Pihaknya juga berupaya untuk meminimalisir dampak negatif yang terjadi di lingkungan sekitar, seperti aroma tidak sedap yang ditimbulkan dari truk sampah dan sebagainya.
“Tentu itu kami terus lakukan. Makanya kami ada cek poin untuk memastikan, kalau ada air lindi kami minta mereka putar balik,” tegasnya.
Pasca uji coba ini, dia mengaku, telah berkirim surat kepada Pemkot Tangsel untuk menghentikan pengiriman sampah ke Kota Serang sampai proses evaluasi selesai dilakukan.
“Kami sudah kirim surat ke DLH Tangsel. Nanti kita tunggu hasil evaluasi dari TPA Cilowong, dan kondisi sosial di masyarakat bagaimana, dan kami sampaikan secara objektif kepada Pak Wali,” tandasnya. (Red)









