SERANG, BANTENINTENS.CO.ID – Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kota Serang menyiapkan wisata paralayang di Kelurahan Cibendung, Kecamatan Taktakan, sebagai destinasi baru yang melengkapi rangkaian kunjungan wisata di ibu kota Provinsi Banten.
Kepala Disparpora Kota Serang, Zeka Bachdi, mengatakan lokasi tersebut telah disurvei langsung oleh pengurus besar Persatuan Olahraga Paralayang Indonesia. Dari hasil peninjauan, area perbukitan di Cibendung dinilai memenuhi standar untuk olahraga sekaligus wisata paralayang.
“Tim dari pengurus besar sudah turun ke lokasi. Setelah disurvei, tempatnya dinilai sesuai standar. Rencananya setelah Lebaran akan dilakukan uji coba terbang,” kata Zeka, Senin (2/3/2026).
Ia menjelaskan, titik lepas landas berada di kawasan perbukitan Cibendung dengan area pendaratan di lahan Perhutani yang berbatasan dengan wilayah Gunung Sari. Jarak terbang diperkirakan sekitar 3 hingga 5 kilometer, dengan durasi melayang di udara antara 30 sampai 35 menit.
Menurut Zeka, akses menuju lokasi dari pusat Kota Serang memakan waktu sekitar 40 menit. Jalan menuju titik atas sudah tersedia, hanya perlu perapihan sekitar 200 meter terakhir. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Kelurahan Cibendung dan kelompok sadar wisata setempat untuk mendukung penataan akses.
“Bu Lurah ikut turun langsung. Akses mobil sudah ada, tinggal dirapikan. Kami juga komunikasi dengan dinas terkait agar jalan ke atasnya bisa diperbaiki,” ujarnya.
Tarif wisata paralayang diperkirakan berkisar Rp300 ribu per orang. Harga tersebut dinilai lebih terjangkau dibanding sejumlah destinasi paralayang lain di luar daerah. Untuk sarana dan prasarana, investor dari kalangan pengurus paralayang nasional disebut siap mendukung penyediaan peralatan dan pelatihan.
Zeka menuturkan, konsep pengembangan wisata ini akan dikemas dalam satu paket kunjungan. Wisatawan yang datang ke kawasan religi Banten Lama nantinya dapat melanjutkan perjalanan ke wisata susur sungai, lalu ditutup dengan pengalaman paralayang di Taktakan.
“Jadi wisatawan tidak hanya datang sehari lalu pulang. Setelah dari Banten Lama bisa susur sungai, kemudian paralayang. Kita siapkan paketnya,” ucapnya.
Wisata paralayang ini tidak hanya ditujukan bagi orang dewasa. Anak-anak di atas usia 10 tahun juga dapat mencoba, selama memenuhi standar keselamatan dan didampingi instruktur berlisensi.
Disparpora menargetkan uji coba berjalan lancar sehingga destinasi baru ini segera dibuka untuk umum dan menambah pilihan wisata di Kota Serang. (Red)









