SERANG, BANTENINTENS.CO.ID — Peran guru di tengah perubahan zaman semakin krusial. Tidak hanya sebagai pendidik, guru juga menjadi penjaga spirit kebangsaan, pelestari budaya, dan penuntun moral generasi muda di tengah derasnya arus globalisasi dan kemajuan teknologi.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang Ahmad Nuri, saat menjadi pembina apel pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang digelar di lapangan SMK PGRI 3 Kota Serang, Selasa (11/11/2025).
Meski diguyur hujan, Ahmad Nuri tetap berdiri tegak menjadi pembina apel dan menyampaikan pesan-pesan penting dalam sambutannya yakni menekankan pentingnya guru memiliki semangat nasionalisme dan spirit kebangsaan yang kuat dalam setiap proses pembelajaran.
“Hari ini guru harus memiliki semangat nasionalisme yang tinggi. Guru tidak boleh tercerabut dari akar tradisi dan budayanya. Guru tidak boleh kehilangan cinta sejatinya kepada murid-muridnya,” ujarnya, Senin (11/11/2025).
Menurutnya, guru memiliki peran spiritual yang mendalam dalam mencerdaskan anak bangsa. Ia menggambarkan guru sebagai sosok yang menjalani tirakat, tidak hanya dalam bentuk pengorbanan tenaga dan pikiran, tetapi juga pengabdian yang bersifat Ilahiah.
“Guru, bersama para pahlawan Allah, melakukan tirakat agar anak bangsanya bisa cerdas, bisa meneliti, dan mampu beradaptasi dengan kemajuan. Mereka berpuasa, berdoa, dan mendekatkan diri kepada Ilahi agar ilmu yang disampaikan membawa keberkahan,” ungkapnya.
Ahmad Nuri menilai, semangat dan roh perjuangan guru pada masa lalu harus kembali dihidupkan di era modern. Menurutnya, perubahan zaman tidak boleh membuat guru kehilangan arah dan jati diri kebangsaannya. Ia menyebut semangat perjuangan itu perlu “diunduh kembali” dan diterapkan dalam kehidupan para pendidik hari ini.
“Spirit itu harus kita download hari ini. Semangat itu harus kita implementasikan. Mungkin sekarang bukan zaman perjuangan kemerdekaan, tapi ini zaman mempertahankan kemerdekaan lewat pendidikan,” katanya.
Ia menegaskan, tidak ada profesi besar yang lahir tanpa peran guru. Dari ruang kelas yang sederhana, para guru menanamkan nilai-nilai dasar yang menjadi fondasi bagi setiap profesi dan keberhasilan seseorang.
“Tidak akan ada presiden tanpa guru. Tidak akan ada pengusaha tanpa guru. Guru mungkin tersembunyi, tapi perjuangannya di langit luar biasa. Di hadapan Tuhan, mereka dicatat sebagai orang paling mulia,” tuturnya.
Lebih lanjut, Ahmad Nuri berharap seluruh guru di Kota Serang terus memperkuat integritas, keikhlasan, dan keteladanan dalam mendidik. Ia mengingatkan, guru bukan hanya penyampai ilmu, tetapi juga pembentuk karakter bangsa yang akan menentukan arah masa depan Indonesia.
“Semoga guru-guru di Kota Serang tetap menjadi sumber inspirasi, terus menebar nilai kebaikan, dan menjaga marwah pendidikan dengan keikhlasan. Karena dari tangan guru, lahir generasi yang beradab, berilmu, dan berjiwa kebangsaan,” tandasnya. (Red)









