SERANG, BANTENINTENS.CO.ID – Walikota Serang Budi Rustandi turun langsung meninjau kondisi saluran air di Lingkungan Sukadana 1, Kelurahan Kasemen, Kota Serang, menyusul beredarnya video di media sosial yang menyebutkan terjadinya banjir di wilayah tersebut.
Peninjauan dilakukan sekaligus dengan pembersihan saluran air bersama warga setempat.
Dalam peninjauan itu,salah satu warga menjelaskan kondisi yang beredar di media sosial bukan kejadian banjir saat ini. Menurutnya, video tersebut merupakan dokumentasi lama ketika hujan deras terjadi beberapa waktu lalu dan sejumlah wilayah kebanjiran.
“Yang ada di video itu bukan kondisi sekarang. Itu kejadian waktu hujan kemarin, sekarang saluran sudah dibersihkan dan alirannya lancar,” kata Budi Rustandi di lokasi peninjauan, Minggu (11/1/2026).
Video yang beredar diketahui direkam oleh Ketua RT setempat saat kejadian hujan lebat. Ketua RT 01/03 Sukadana 1 Kelurahan Kasemen, Sukmana , menjelaskan bahwa video tersebut dibuat sebagai dokumentasi kondisi lingkungan saat itu, bukan untuk menggambarkan keadaan terkini.
“Saya yang merekam videonya waktu hujan deras kemarin. Sekarang sudah tidak banjir, salurannya sudah dibersihkan,” ujar Sukmana.
Saat menyusuri lingkungan warga, Budi Rustandi menemukan sejumlah saluran air yang sebelumnya tertutup dahan pohon pisang, sampah rumah tangga, serta penutup permanen. Kondisi tersebut membuat Walikota murka karena dinilai menghambat aliran air dan berpotensi menjadi penyebab genangan saat hujan turun.
Dalam video di media sosial Instagram @abdikotaserang, Walikota tampak geram lalu menegur tegas pihak yang menutup saluran air tanpa izin. Ia menegaskan saluran tersebut merupakan fasilitas umum dan tidak boleh ditutup untuk kepentingan pribadi. Penutup saluran yang ditemukan langsung diperiksa, diukur ulang, dan dibongkar agar aliran air kembali normal.
Selain melakukan pembersihan, Walikota Serang juga meminta Camat Kasemen untuk terus memantau kondisi saluran air di lingkungan warga. Camat diminta menggerakkan gotong royong secara rutin agar saluran tetap bersih dan tidak kembali tersumbat.
“Saya minta camat dan jajaran rutin pantau, lakukan gotong royong. Jangan sampai saluran ditutup atau dipenuhi sampah karena dampaknya ke warga sendiri,” ujar Budi Rustandi.
Pembersihan saluran dilakukan bersama warga dengan mengangkat dahan pohon pisang dan sampah yang menyumbat aliran air. Setelah dibersihkan, saluran yang sebelumnya tertutup kini kembali mengalir dengan lancar.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat meluruskan informasi yang beredar di media sosial sekaligus meningkatkan kesadaran warga untuk menjaga kebersihan lingkungan dan tidak menutup saluran air yang menjadi fasilitas umum. (Red)









