SERANG, BANTENINTENS.CO.ID – Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang, Kota Serang, menggelar kegiatan Penguatan Kelembagaan Kelurahan Unyur Tahun 2026 yang dilaksanakan di aula Kelurahan Unyur, pada Rabu (4/2/2025).

Kegiatan tersebut diikuti 152 ketua RT di Kelurahan Unyur yang dibagi ke dalam tiga sesi. Sesi pertama berlangsung pukul 09.30-11.30 WIB, sesi kedua pukul 15.30-18.00 WIB, dan sesi ketiga dilaksanakan pada malam hari pukul 19.30-21.30 WIB.

Lurah Unyur, Nana Heryatna menjelaskan, pertemuan ini bertujuan membuka pola pikir baru bagi para ketua RT agar tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga mampu berinovasi dan menyelesaikan persoalan di tingkat lingkungan.

“Tujuan kami membuka mindset baru para RT agar fungsinya tidak sebatas membuat surat pengantar, tetapi juga bisa berinovasi mengikuti langkah Walikota Serang yang ingin percepatan pembangunan,” kata Nana.

Menurutnya, percepatan pembangunan di Kota Serang memerlukan dukungan seluruh RT dan RW. Karena itu, para ketua RT dibekali materi tambahan agar mampu menjalankan program-program yang telah dirancang Pemkot Serang.

“Kita beri tambahan materi, baik dari kebencanaan oleh BPBD maupun persampahan dari DLH. Minimal RT bisa melaksanakan beberapa program Wali Kota di wilayahnya,” ujarnya.

Nana menyebut, pertemuan ini juga menjadi sarana silaturahmi antara RT dan pihak kelurahan. Dalam kegiatan tersebut, terdapat tiga materi utama yang disampaikan kepada peserta.

“Materi pertama dari Dinas Lingkungan Hidup tentang pengelolaan dan pemilahan sampah serta pembentukan bank sampah. Materi kedua dari BPBD mengenai pencegahan dini bencana alam,” jelasnya.

Ia menilai kedua materi tersebut penting agar RT memahami langkah penanganan masalah lingkungan di wilayahnya masing-masing. Sejauh ini, permasalahan yang masih sering muncul di Kelurahan Unyur meliputi sampah dan banjir.

“Harapannya setelah kegiatan ini, para RT bisa lebih sigap menyelesaikan permasalahan di tingkat RT, sehingga tidak harus naik ke kelurahan,” tegas Nana.

Ia mencontohkan penanganan banjir yang dimulai dari kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, serta pengelolaan sampah melalui pemilahan dan bank sampah.

“Kalau RT sudah paham pencegahan banjir dari BPBD dan Dinas Lingkungan Hidup, ketika infrastruktur penanggulangan banjir selesai, masalah banjir tidak muncul lagi,” ucapnya.

Nana menyampaikan, kegiatan penguatan kapasitas RT seperti ini baru pertama kali dilaksanakan di Kelurahan Unyur. Ia juga menyebut belum mengetahui apakah kegiatan serupa telah dilakukan di kelurahan lain di Kota Serang.

“Untuk Unyur ini baru pertama kali. Setahu saya, ini juga yang pertama mengumpulkan seluruh RT dalam satu kegiatan penambahan wawasan dan penguatan kelembagaan,” jelasnya.

Kegiatan tersebut, dikatakan Nana, dilaksanakan secara swadaya dengan melibatkan para RT/RW dan pegawai kelurahan, tanpa menggunakan anggaran pemerintah.

“Ini tidak teranggarkan. Kami laksanakan dengan rereongan bersama para RW dan pegawai,” tandasnya.

Di akhir wawancara, Lurah Nana menyebut kegiatan tersebut merupakan bagian dari inovasi dirinya untuk penerapan 13 program Walikota dan Wakil Walikota Serang, Budi Rustandi dan Nur Agis Aulia. (Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini