SERANG, BANTENINTENS.CO.ID – Walikota Serang Budi Rustandi menjenguk seorang anak dari keluarga tidak mampu yang mengalami kecelakaan tepatnya di depan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Serang. Korban mengalami retak pada bagian rahang dan langsung mendapat penanganan medis.

Budi mengatakan, informasi kecelakaan tersebut diterimanya langsung dari warga melalui telepon genggam. Orang tua korban yang panik sempat berusaha menghubungi dirinya karena kondisi ekonomi keluarga yang terbatas.

“Warganya tidak mampu, anaknya kecelakaan di Bonceng, di depan rutan. Sudah ditolong, ada retak di rahangnya,” kata Budi, Rabu (4/2/2026)

Ia menjelaskan, korban belum terdaftar sebagai peserta BPJS PBI. Untuk menghindari keterlambatan penanganan, Pemerintah Kota (Pemkot) Serang langsung menggunakan skema Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) untuk menanggung biaya pengobatan.

“Karena orang tuanya panik dan belum tercover BPJS PBI, langsung kita pakai Jamkesda. Semalam orang tuanya video call dengan saya lewat telepon warga lain,” ujarnya.

Budi memastikan seluruh biaya perawatan korban ditanggung Pemerintah Kota Serang hingga sembuh. Kehadirannya di rumah sakit, menurut dia, untuk memberikan ketenangan kepada keluarga agar tidak terbebani persoalan biaya.

“Hari ini saya datang menjenguk supaya orang tuanya tenang, tidak usah memikirkan biaya. Semua ditanggung Jamkesda Pemkot Serang sampai sembuh,” katanya.

Ia juga menyebutkan, setelah kunjungan tersebut korban langsung dibawa masuk ke ruang perawatan untuk mendapatkan tindakan lanjutan. Penanganan dilakukan tanpa menunggu proses administrasi yang berbelit.

Menurut Budi, penggunaan Jamkesda diperuntukkan bagi warga tidak mampu yang membutuhkan penanganan cepat, terutama dalam kondisi darurat. Kasus seperti ini, kata dia, bukan yang pertama.

“Jamkesda ini untuk membantu warga tidak mampu. Bukan hanya kasus ini saja, sudah banyak yang dibantu. Ketika ada warga tertimpa musibah, pemerintah harus hadir,” ujarnya.

Budi menegaskan, pejabat publik memiliki tanggung jawab untuk melayani masyarakat, terutama saat warga berada dalam situasi sulit.

“Warga jangan merasa sendiri. Pemerintah harus hadir. Sesuai arahan Pak Presiden, pejabat itu melayani, bukan dilayani,” tandasnya. (Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini