SERANG, BANTENINTENS.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menggelar refleksi satu tahun kepemimpinan Walikota Serang Budi Rustandi dan Wakil Walikota Serang Nur Agis Aulia, disertai pemaparan capaian pembangunan serta rencana percepatan investasi dan penataan kawasan strategis di Kota Serang.
Dalam pemaparan itu, Walikota Serang Budi Rustandi memaparkan arah pembangunan lima tahun ke depan sebagaimana tertuang dalam RPJMD 2025–2029 dengan visi menjadikan Kota Serang Madani yang maju kotanya, bahagia dan sejahtera warganya.
Budi Rustandi mengatakan, mewujudkan visi tersebut bukan pekerjaan ringan. Tantangan terbesar, menurutnya, berada pada aspek edukasi dan perubahan cara pandang masyarakat terhadap pembangunan.
“Merubah konsep itu tidak mudah. Tantangan terbesarnya edukasi. Kita harus bisa menerapkan dan menjelaskan ke masyarakat kenapa kebijakan ini diambil,” ujarnya, usai Peresmian Royal Baroe, Jumat (20/2/2026).
Ia menegaskan, sejak masa kampanye dirinya memilih mendahulukan kepentingan masyarakat luas dibanding kepentingan kelompok tertentu. Kebijakan pembangunan, kata dia, harus berdampak bagi seluruh warga, termasuk dalam penanganan persoalan banjir dan penataan kawasan.
“Kalau hanya mementingkan kelompok, itu kepentingan pribadi. Saya tidak mau mengorbankan masyarakat banyak. Maka saya harus konsisten,” katanya.
Budi mencontohkan penataan kawasan Royal Baroe sebagai bagian dari perubahan wajah kota. Ia mengaku termotivasi ketika dalam sebuah pertemuan kepala daerah, masih ada pejabat dari daerah lain yang belum mengenal Kota Serang.
“Dari situ saya berpikir, kota ini harus dikenal karena perubahan dan prestasinya,” ucapnya.
Dalam satu tahun terakhir, sejumlah indikator makro menunjukkan perbaikan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan dan pengangguran mengalami penurunan, sementara indeks pembangunan manusia dan pertumbuhan ekonomi meningkat.
“Itu data BPS, bukan dari saya atau Bappeda. Artinya ada hasil kerja bersama seluruh OPD,” jelasnya.
Ke depan, status Kota Serang sebagai ibu kota Provinsi Banten harus diikuti dengan kebijakan yang lebih luas dan terbuka terhadap investasi. Ia menilai investasi menjadi kunci untuk menekan angka pengangguran, terutama bagi lulusan sekolah yang membutuhkan pekerjaan layak.
“Tidak mungkin anak-anak kita lulus sekolah lalu jadi pengangguran. Mereka ingin bekerja dengan standar gaji yang sejahtera,” tuturnya.
Pemkot Serang tengah menyiapkan peraturan wali kota yang mewajibkan 80 persen tenaga kerja dari setiap investasi baru berasal dari warga Kota Serang. Aturan tersebut sedang dalam tahap finalisasi.
Selain itu, kerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Karundang diperkuat untuk menyiapkan sumber daya manusia. Program pelatihan menyasar lulusan sekolah hingga warga putus sekolah dan pemegang paket C agar siap masuk industri.
“Jadi bukan hanya lulusan formal. Yang putus sekolah pun kita latih supaya bisa masuk industri,” ujarnya.
Salah satu kawasan yang diproyeksikan menjadi sentra industri padat karya adalah Sawah Luhur. Kawasan tersebut diharapkan mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan mempercepat penurunan angka pengangguran.
Budi menambahkan, keberhasilan pembangunan tidak terlepas dari kekompakan seluruh perangkat daerah dan dukungan DPRD. Ia berharap dalam empat tahun ke depan capaian yang sudah terlihat dapat meningkat signifikan.
“Ini baru satu tahun. Kalau kita bekerja lebih keras lagi, hasilnya tentu lebih besar untuk masyarakat Kota Serang,” tandasnya. (Red)









