SERANG, BANTENINTENS.CO.ID – Bentuk kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah pusat serta instruksi Walikota Serang Budi Rustandi terkait pengaturan pola kerja dan penggunaan transportasi yang lebih efisien bagi aparatur sipil negara (ASN), Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Serang, Nanang Saefudin, setiap hari Jumat memilih untuk meninggalkan kendaraan dinas roda empatnya dan beralih menggunakan sepeda motor untuk berangkat bekerja menuju kantor.
Nanang Saefudin menjelaskan bahwa setiap hari Jumat, Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi sebagian pegawai. Bagi mereka yang tetap bertugas di kantor, Walikota memberikan arahan khusus untuk menggunakan sarana transportasi yang lebih praktis dan efisien.
“Kita harus taat dan patuh terhadap apa kebijakan dari pemerintah pusat dan Pak Wali Kota. Bahwa setiap hari Jumat, kita melaksanakan sebagian teman-teman kita WFH,” katanya, Jumat (24/4/2026).
“Tentu arahan Pak Wali Kota mempergunakan kendaraan umum. Bisa Gojek, bisa Grab, atau yang lainnya,” imbuhnya.
Selain untuk mematuhi regulasi, penggunaan sepeda motor ini dipilih Nanang sebagai langkah taktis dalam menyikapi dinamika harga energi saat ini.
Efisiensi anggaran rumah tangga dan operasional menjadi poin penting yang ingin ditekankan kepada jajarannya.
“Nah tadi kebetulan saya ada sepeda motor, ya setiap hari Jumat saya menggunakan sepeda motor dalam rangka juga kita tahulah bahan bakar minyak (BBM) sekarang sedang naik ya, kita efisiensi di situ,” jelasnya.
Meski menjabat sebagai pimpinan birokrasi tertinggi di daerah, Nanang mengaku tidak merasa canggung berkendara roda dua di tengah kepadatan lalu lintas.
Ia menyebut bahwa bersepeda motor sudah menjadi bagian dari kesehariannya, bahkan ia memiliki pengalaman berkendara jarak jauh hingga lintas provinsi.
“Luar biasa sih (sensasinya), dan saya sih biasa naik motor ya. Bahkan naik motor sampai ke Bengkulu juga,” ungkapnya.
Kebijakan ini diharapkan menjadi teladan bagi para ASN di lingkungan Pemkot Serang untuk lebih adaptif dalam mengelola pengeluaran dan mendukung program lingkungan.
Terutama melalui pengurangan penggunaan kendaraan pribadi berskala besar pada hari-hari tertentu, selaras dengan agenda rutin seperti Jumat Bersih dan Rabu Bersih. (Red)









