SERANG, BANTENINTENS.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Serang bergerak cepat merespons keluhan masyarakat terkait kondisi jalan Kaligandu-Terondol yang berada di wilayah Kecamatan Serang, Kota Serang.

Inspeksi mendadak ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten, Deden Apriandhi didampingi oleh Walikota Serang, Budi Rustandi.

Kehadiran jajaran pejabat tinggi daerah di lokasi tersebut merupakan instruksi langsung dari Gubernur Banten, Andra Soni, yang merespons cepat aduan masyarakat. 

Kondisi jalan yang berlubang dan bergelombang dinilai sangat mengganggu kenyamanan dan keselamatan para pengguna jalan raya.

Sekda Provinsi Banten, Deden Apriandhi, membenarkan bahwa kondisi jalan di kawasan Trondol tersebut memang memerlukan penanganan segera. 

Ia menyatakan pemakluman atas keluhan yang disampaikan oleh warga dan memastikan pemerintah tidak tinggal diam.

“Hari ini saya diperintahkan Pak Gubernur, Pak Andra Soni untuk meninjau lokasi-lokasi yang menjadi keluhan masyarakat,” katanya, Kamis (30/4/2026).

“Dan hari ini saya ada di Kota Serang, tepatnya di Desa Trondol, dan saya bersama Pak Walikota lagi ngecek yang kemarin viral tuh, jalan yang dari terowongan tol ke arah Sawah Luhur itu kan sudah jelek. Dan memang hari ini saya melihat secara langsung, wajarlah masyarakat mengeluh,” imbuhnya.

Guna memastikan perbaikan jalan memiliki daya tahan yang lama, pemerintah daerah memutuskan untuk menggunakan metode betonisasi pada ruas jalan Kaligandu-Terondol.

Keputusan ini diambil mengingat tingginya volume kendaraan yang melintas setiap harinya di jalur tersebut.

“Nanti akan kita beton, supaya ini kan frekuensi kendaraannya juga cukup banyak, jadi harus betonlah, kalau cuma hotmix saya yakin enggak akan lama,” ujarnya. 

“Untuk yang kita anggarkan di 2026 ini, akan kita rencanakan itu sepanjang 1 kilometer,” jelas Deden merinci spesifikasi teknis perbaikan.

Seluruh proyek perbaikan infrastruktur jalan ini akan didanai sepenuhnya melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Provinsi Banten tahun anggaran 2026. 

Deden menargetkan pelaksanaan proyek fisik akan mulai dikerjakan pada bulan Oktober hingga November 2026 mendatang.

Langkah sinergis dalam perbaikan infrastruktur ini tidak hanya bertujuan untuk memperlancar arus lalu lintas, tetapi juga menjadi bagian dari visi besar penataan tata ruang Kota Serang. 

Waliklota Serang, Budi Rustandi, menegaskan bahwa kolaborasi apik antara pemerintah kota dan provinsi merupakan perwujudan dari arahan pemerintah pusat untuk menjadikan wajah ibu kota lebih rapi dan menarik.

“Ini bagian daripada kolaborasi antara Pemerintah Kota dan Provinsi Banten, yang mana ini adalah bentuk daripada keinginan bersama antara Pak Gubernur dengan pemerintah pusat,” katanya. 

“Bahwa penataan kota itu harus diutamakan dalam rangka untuk menarik wisatawan masuk ke dalam ibu kota. Nah, ini adalah upaya daripada sebetulnya keinginan Presiden ketika pidato di Kota Serang pada waktu itu,” tutur Budi Rustandi.

Walikota menambahkan bahwa langkah konkret Gubernur Andra Soni ini sangat krusial dalam menciptakan ikon-ikon baru yang dapat dibanggakan oleh masyarakat. 

Menyusul peresmian kawasan Royal Baru dan rencana pengembangan Alun-alun Kota Serang tahun ini, perbaikan jalan provinsi diyakini akan semakin menyempurnakan wajah Kota Serang sebagai pusat pemerintahan dan destinasi wisata yang tertata. (Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini