SERANG, BANTENINTENS.CO.ID — Kantor Perwakilan (Kpw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten, mencatat transaksi pada perhelatan Shafara dan Digiwara 2026 yang digelar di Bintaro Jaya Xchange Mall, Tangerang Selatan selama tiga hari yakni 22-24 Mei 2026 mencapai nilai transaksi miliaran rupiah, mulai dari penjualan UmxMKM hingga pembiayaan ekonomi syariah.

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Banten, Ameriza M Moesa, mengatakan total transaksi selama pelaksanaan Shafara dan Digiwara 2026 mencapai Rp4,347 miliar atau sen c,2kitar 145 persen dari target yang ditetapkan.

“Dari data yang kami peroleh, transaksi selama tiga hari Rp4,347 miliar. Ini mencapai 145 persen dari target, lebih besar dari tahun sebelumnya,” kata Ameriza, Minggu (25/5/2026).

Nilai tersebut berasal dari berbagai sektor transaksi. Untuk transaksi langsung tercatat Rp548 juta. Sementara bisnis matching ekspor UMKM mencapai Rp1,3 miliar, bisnis matching dalam negeri Rp2,5 miliar, dan pembiayaan ekonomi syariah kepada UMKM sebesar Rp1,160 miliar.

Selain transaksi, jumlah pengunjung juga mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Selama tiga hari pelaksanaan, tercatat sekitar 80.180 pengunjung hadir dengan rata-rata lebih dari 26 ribu orang per hari.

Ameriza menyebut tingginya antusiasme masyarakat terlihat dari aktivitas transaksi, partisipasi peserta lomba, hingga pengajuan pembiayaan perbankan selama kegiatan berlangsung.

“Kami lihat selama tiga hari ini ada animo yang besar terkait ekonomi dan keuangan syariah,” ujarnya.

Ia mengatakan dalam kegiatan tersebut juga terdapat komitmen penyaluran kredit, baik Kredit Usaha Rakyat (KUR) maupun kredit kepemilikan rumah.

Di sisi lain, transaksi non tunai juga mengalami peningkatan. Bank Indonesia mencatat transaksi digital selama kegiatan mencapai Rp485 juta dan didominasi penggunaan QRIS.

“Sebagian besar transaksi non tunai menggunakan QRIS,” ucap Ameriza.

Dalam kesempatan itu juga diluncurkan program “QRIS 1000 Masjid” dan program pemberdayaan ekonomi masjid. Program tersebut diarahkan agar masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat. (Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini