SERANG, BANTENINTENS.CO.ID – Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (DinkopUKMperindag) Kota Serang tengah mematangkan persiapan acara Kota Serang Fair On The Street. Kegiatan ini menjadi versi pop-up dari agenda besar Kota Serang Fair, dengan konsep pasar kreatif yang melibatkan pelaku UMKM lokal dan sejumlah brand kuliner viral dari luar daerah.

Kepala DinkopUKMperindag Kota Serang, Wahyu Nurjamil menjelaskan, Kota Serang Fair On The Street digelar sebagai uji coba aktivasi rutin kawasan Pasar Lama di Kota Serang. Pop-up market ini diproyeksikan menjadi ruang temu bagi pelaku usaha lokal dengan pelaku usaha populer dari luar yang tengah ramai di media sosial.

“Ini aktivasi kecil di luar gelaran Kota Serang Fair. Kita libatkan UMKM lokal, tapi tetap menarik dari luar sebagai pembanding agar ada benchmark bagi pelaku usaha kita,” katanya, Jumat (21/11/2025).

Beberapa brand kuliner viral yang pernah dibawa di kegiatan sebelumnya seperti Tahu Huhah dan Ayam Renal menjadi contoh pendekatan yang sama pada edisi tahun ini. 

“Kami menyiapkan sekitar lima booth untuk peserta dari luar daerah, sambil tetap membuka peluang penyesuaian tergantung proses komunikasi dengan para tenant,” ujarnya.

Untuk sektor hiburan, Kota Serang Fair On The Street akan menampilkan Band Biru Baru sebagai pengisi utama pada 28 November mendatang. Selain itu, panggung hiburan juga diisi musisi lokal. 

“Kami tengah menyiapkan peluncuran khusus oleh pak Walikota dan pak Gubernur yang direncanakan menghadirkan satu band besar tambahan,” ucapnya.

Dari sisi teknis, kawasan Jalan Hasanuddin akan digunakan sebagai lokasi utama. Seluruh pedagang yang saat ini berada di area Pasar Lama dipindahkan sementara ke jalur tersebut selama acara berlangsung. Instalasi listrik tambahan disiapkan, dengan skema penutupan sebagian badan jalan tanpa mengganggu akses kendaraan dari arah Blok A menuju  Lopang.

“Kita sudah koordinasi dengan Kapolres. Dukungan sudah ada, tinggal pengaturan teknis nanti bersama kepolisian, Satpol PP, dan dinas terkait,” ujar Wahyu.

Ia menegaskan Kota Serang Fair On The Street menjadi potret awal konsep event bulanan di kawasan Royal, yang nantinya memuat agenda seperti aircraft show, peringatan Hari Santri, karnaval, hingga Serang Run.

Meski berpotensi menimbulkan kepadatan kendaraan, Wahyu menyebut situasi tersebut justru menandakan adanya pergerakan ekonomi di Kota Serang. 

“Toh ini hanya satu malam,” tandasnya. (Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini