SERANG, BANTENINTENS.CO.ID – Jelang Ramadan 1447 H/2026, ribuan peziarah dari berbagai daerah di Indonesia memadati Komplek Masjid Agung Banten untuk berziarah ke makam Sultan Maulana Hasanuddin di Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang.

Pengurus Kenadziran Kesultanan Banten, Tubagus Faiz, menyebut lonjakan mulai terlihat sejak akhir pekan. 

“Seminggu sebelum Ramadan sudah ramai. Dari Minggu kemarin sampai hari ini penuh jemaah yang datang,” kata Faiz, Selasa (17/2/2026).

Peziarah dari luar daerah umumnya berdatangan pada Sabtu dan Minggu. Rombongan berasal dari Bogor, Tangerang, hingga berbagai wilayah lain di Indonesia. Pada Kamis pekan lalu, sekitar 150 bus dari Bogor tiba untuk berziarah dengan total jemaah mencapai 7.000 orang.

Adapun pada Minggu sebelumnya, jumlah pengunjung diperkirakan sekitar 5.000 orang. Hari-hari berikutnya angkanya masih berada di kisaran yang sama, dengan jemaah datang silih berganti menggunakan bus maupun kendaraan pribadi.

Sebelum memasuki area makam, setiap pengunjung diminta mengisi buku tamu di pintu utama sebagai bagian dari pendataan asal dan jumlah rombongan. Setelah itu, peziarah diarahkan menuju area maqbarah.

Mayoritas jemaah melakukan ziarah pertama di makam Sultan Maulana Hasanuddin. Sebagian melanjutkan ke maqbarah Sultan Abdul Mafakhir Muhammad Aliyuddin, meski tidak seluruh pengunjung mendatangi kedua lokasi tersebut.

Faiz memastikan tidak ada pungutan biaya bagi peziarah. Pengunjung hanya dapat memberikan sedekah secara sukarela. 

“Kalau mau sedekah silakan, seikhlasnya saja. Tidak ada paksaan untuk peziarah,” ujarnya.

Area dalam kompleks makam dibuka hingga pukul 00.00 WIB, kemudian ditutup sementara dan kembali dibuka pada pagi hari. Aktivitas ziarah tetap berlangsung selama Ramadan. 

“Kalau bulan puasa tetap buka. Hanya biasanya jumlah jemaah lebih berkurang dibanding sebelum Ramadan,” katanya.

Pada malam Ramadan, peziarah masih datang, baik selepas salat tarawih maupun menjelang sahur. Untuk mendukung kelancaran ibadah, pengelola menyiagakan petugas muzawir yang siap memandu doa dan tata cara ziarah setiap hari.

Pengurus juga mengingatkan jemaah untuk menjaga barang bawaan di tengah kepadatan pengunjung. Tas, dompet, dan telepon genggam diminta disimpan di bagian depan agar mudah diawasi. Imbauan ini disampaikan rutin setiap momen ramai guna menjaga kenyamanan dan keamanan seluruh peziarah. (Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini