SERANG, BANTENINTENS.CO.ID — Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Serang menargetkan dalam dua hingga tiga tahun ke depan, ruas jalan yang belum mantap di Kota Serang dapat dituntaskan.
Hal itu terungkap saat Kepala DPUPR Kota Serang, Iwan Sunardi mendampingi Walikota Serang Budi Rustandi saat meninjau proyek betonisasi dan tembok penahan tanah (TPT) di Kecamatan Walantaka dan Taktakan, pada Senin (27/4/2026).
Kepala DPUPR Kota Serang, Iwan Sunardi mengatakan, bila fokus anggaran tetap diarahkan pada infrastruktur jalan, kondisi ruas jalan yang belum mantap di Kota Serang dapat dituntaskan dalam dua hingga tiga tahun ke depan.
“Kalau konsisten di penganggaran, InsyaAllah 2028 kondisi jalan di Kota Serang dalam kondisi mantap semuanya,” katanya, Senin (27/4/2026).
Iwan menjelaskan, jika kemampuan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Serang belum mencukupi, Pemkot Serang akan mengusulkan bantuan pendanaan kepada pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten agar percepatan pembangunan tetap berjalan.
“Kalau APBD tidak mencukupi, kami (Pemkot Serang) akan mengusulkan bantuan kepada pusat dan Pemprov Banten,” ujarnya.
Iwan menjelaskan, titik pertama peninjauan Walikota Serang yakni di ruas Jalan Sadik-Simanggu, Kecamatan Walantaka. Pada lokasi itu dilakukan pembangunan jalan beton sepanjang kurang lebih 900 meter dengan nilai anggaran sekitar Rp2,39 miliar.
Menurutnya, ruas tersebut diprioritaskan karena sering mengalami kerusakan saat hujan turun. Kondisi jalan yang rusak kerap mengganggu aktivitas warga dan mobilitas masyarakat di kawasan Kecamatan Walantaka.
“Harapannya pekerjaan ini tuntas dan manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat. Selama ini banyak keluhan setiap musim hujan jalan cepat rusak,” kata Iwan.
Peninjauan berikutnya dilakukan di wilayah Jakung-Gedek, Kecamatan Taktakan. Di lokasi ini dibangun jalan sepanjang 1 kilometer lebih dengan anggaran sekitar Rp5 miliar. Selain betonisasi jalan, pemerintah juga membangun tembok penahan tanah untuk mengantisipasi longsor.
Ia mengatakan, penanganan tersebut penting dilakukan karena beberapa titik di wilayah Taktakan berada di area perbukitan dan rawan pergerakan tanah saat curah hujan tinggi.
“Banyak laporan masyarakat saat musim hujan terjadi longsor di beberapa titik. Itu dikhawatirkan berdampak pada keselamatan warga di sekitar lokasi,” ujarnya.
Sementara di kawasan Cikoak, pekerjaan difokuskan pada penanganan sepanjang sekitar 140 meter. Lokasi itu diprioritaskan karena sebelumnya sempat terjadi longsor yang mengancam rumah warga dan akses jalan di bawah lereng.
“Kita lakukan penanganan secepatnya supaya persoalan longsor tidak terulang lagi,” ucapnya.
Iwan menambahkan, seluruh titik yang ditinjau masuk dalam 17 program betonisasi jalan tahun ini. Pemkot Serang juga terus menghitung tingkat kemantapan jalan sebagai dasar penyusunan prioritas pembangunan berikutnya. (Red)









