SERANG, BANTENINTENS.CO.ID – Gerai Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Rumah Produksi yang berada di Karangantu, Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, beberapa bulan terakhir tidak pernah beroperasi dan kondisinya kini sudah tidak terawat.
Gerai UMKM dan Rumah Produksi tersebut diketahui merupakan program Kementerian PUPR yakni Kota Tampa Kumuh (Kotaku), yang menghabiskan anggaran sebesar Rp995 Juta dari anggaran dan pendapatan belanja negara (APBN) tahun 2020.
Gedung Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Rumah Produksi tersebut sebelumnya telah diresmikan pada Oktober 2022 lalu dan dihadiri oleh Walikota Serang, Syafrudin bersama dengan Wakil Ketua MPR RI Yandri Susanto berserta organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya.
Pantauan di lokasi, kondisi bangunan tersebut tampak masih kokoh berdiri dibalut cat berwarna orange dan biru. Namun pada halaman bangunan, terlihat sampah plastik berserakan dan rumput-rumput tumbuh di sekitar gedung tersebut.
Lantainya pun dipenuhi oleh kotoran hewan yang berceceran didepan pintu masuk juga lantai didalam ruangannya. Kondisi pintu yang juga tampak dirantai dan digembok, hingga lampu yang dibiarkan menyala.
Bahkan kondisi didalam ruangan pun tampak kursi dan meja yang dipenuhi oleh gelas-gelas bekas kopi yang berserakan. Tampak dari luar terlihat jelas. Karena bangunan tersebut dikelilingi oleh jendela-jendela besar.
Hingga burung yang bersarang didalam gedung tersebut pun tampak jelas berterbangan. Didalam juga nampak terlihat jajaran kerajinan yang terbuat dari pemanfaatan laut seperti kulit kerang dan lainnya. Masih tersusun rapih diatas meja.
Winingsih, salah satu warga sekitar yang ditemui di lokasi mengatakan, bahwa setiap harinya kondisi gerai UMKM dan Rumah Produksi tersebut memang selalu terlihat sepi tidak ada aktivitas dan tergembok.
“Setiap harinya juga begitu, engga pernah ada orang, sepi terus. Kalau saya sih kurang tahu pasti kenapa tutupnya,” katanya, Jumat (2/6/2023).
Winingsih menuturkan, dirinya tidak terlalu memperhatikan sejak kapan Gerai UMKM dan Rumah Produksi di lingkungannya itu kondisinya sepi dan mulai tergembok.
“Engga tahu ya pastinya. Pokoknya yang saya liat selalu sepi aja. Paling ada orang juga duduk didepannya doang engga masuk kedalem,” ujarnya.
Ia juga menyebut, kondisi gerai tidak seramai ketika peresmian, karena biasanya pengunjung yang berkunjung ke tempat pelelangan ikan Karangantu atau pantai gope juga tidak sungkan untuk mengunjungi gerai.
“Kalo dipakai lebih baik, mungkin bisa ramai dikunjungi oleh wisatawan dari luar Kota Serang juga,” katanya.
Hal serupa juga dikatakan oleh warga lainnya, Mahfud yang mengaku sangat menyangkan bangunan tersebut yang tidak dimanfaatkan dengan baik.
“Iya sayanglah lama-lama bangunannya bisa rusak juga kalau engga pernah diisi, liat aja lantainya juga mulai banyak kotoran hewannya,” ucapnya.
Namun, dirinya mengaku tidak mengetahui pasti kenapa bangunan tersebut tidak pernah adanya aktivitas, seperti awal peresmian.
“Saya juga kurang tahu ya kenapa tempatnya bisa tutup. Yang saya tahu ya setiap harinya sepi terus,” jelasnya. (Red)









