SERANG, BANTENINTENS.CO.ID – Berdasarkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik Provinsi Banten Nomor 26/05/36/Th. XX, pada Selasa (5/5/2026), mencatat Kota Serang menjadi daerah dengan angka migrasi masuk tertinggi di Provinsi Banten dalam lima tahun terakhir.

Hasil positif tersebut menunjukkan bahwa Kota Serang sebagai ibu kota Provinsi Banten semakin memperlihatkan perannya sebagai pusat pertumbuhan baru.

BPS merilis, angka migrasi masuk (migrasi risen) ke Kota Serang mencapai 3,53 per 100 penduduk, sementara migrasi keluar hanya 1,29 per 100 penduduk. Kondisi ini menghasilkan migrasi neto positif sebesar 2,24, tertinggi dibandingkan kabupaten/kota lain di Banten.

Migrasi masuk sendiri merupakan perpindahan penduduk dari wilayah lain ke suatu daerah untuk menetap, baik dalam jangka waktu minimal satu tahun maupun dengan niat menetap. Tingginya angka migrasi masuk ke Kota Serang menunjukkan kota ini semakin diminati sebagai tempat tinggal sekaligus mencari penghidupan baru.

Tidak hanya dalam jangka pendek, daya tarik Kota Serang juga terlihat dari data migrasi seumur hidup. Kota Serang mencatat migrasi masuk sebesar 20,92 per 100 penduduk, jauh lebih tinggi dibandingkan migrasi keluar yang sebesar 7,92 . Angka ini memperkuat posisi Kota Serang sebagai salah satu tujuan utama perpindahan penduduk di Banten.

Sebagai ibu kota provinsi, Kota Serang memiliki sejumlah keunggulan yang mendorong tingginya arus migrasi. Selain menjadi pusat pemerintahan, kota ini juga berkembang dalam sektor jasa, pendidikan, dan layanan publik. Ketersediaan peluang kerja dan akses infrastruktur yang relatif lebih baik menjadi faktor utama yang menarik penduduk dari daerah lain.

Kota Serang juga memiliki banyak fasilitas umum yang Humanis, kesehatan, pendidikan, layanan publik yang aksesnya inklusif dan terjangkau semua kalangan yang akhirnya membuat masyarakat dari luar daerah makin betah tinggal di Kota serang.

Fenomena ini juga mencerminkan perubahan peran Kota Serang yang tidak lagi sekadar pusat administrasi, tetapi mulai bertransformasi menjadi pusat aktivitas ekonomi dan sosial di wilayah Banten.

Meski demikian, peningkatan jumlah penduduk akibat migrasi juga membawa tantangan. Pemerintah daerah dihadapkan pada kebutuhan untuk menyediakan infrastruktur yang memadai, perumahan yang terjangkau, serta lapangan kerja yang mampu menyerap tenaga kerja baru.

Jika dikelola dengan baik, tingginya arus migrasi masuk dapat menjadi peluang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Sebaliknya, tanpa perencanaan yang matang, kondisi ini berpotensi menimbulkan tekanan terhadap layanan publik dan kualitas hidup masyarakat.

Dengan tren yang terus meningkat, Kota Serang diproyeksikan akan semakin memperkuat posisinya sebagai pusat mobilitas penduduk dan salah satu motor pertumbuhan di Provinsi Banten. (Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini