SERANG, BANTENINTENS.CO.ID – Meski belum diresmikan, para pedagang di kawasan Stadion Maulana Yusuf (MY), Ciceri، Kota Serang sudah mulai menempati kios pusat jajanan serba ada (Pujasera).
Plt Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kota Serang, Zeka Bachdi mengatakan, pihaknya telah meminta para pedagang untuk segera mengisi lapak di Pujasera di kawasan Stadion MY, meski belum secara resmi dibuka.
“Tapi kami sudah meminta mereka untuk diisi dulu (Lapak Pujasera). Memang launching nanti di tanggal 10 Januari 2026,” katanya, Senin (22/12/2025).
Saat ini, pihaknya masih melakukan penataan sambil mendata para pedagang yang akan mengisi lapak-lapak di dalam area Pujasera sesuai dengan pendataan sebelumnya. Sebab, masih ada beberapa pedagang yang belum mendapatkan tempat untuk berjualan di sana.
“Makanya sambil didata. Supaya permasalahan (Pedagang) di Stadion ini selesai, dan tidak ada lagi pedagang yang menggunakan gerobak memenuhi jalur olahraga,” ujarnya.
Secara data, lapak yang disediakan di area Pujasera Stadion MY, kata dia, sebanyak 157 kios atau lapak, namun pedagang yang ada saat ini terdapat sekitar 330. Namun, pihaknya membuat dua skema untuk mengakomodir para pedagang agar dipusatkan di area tersebut.
“Jadi nanti ada pedagang yang khusus take away itu satu kios bisa diisi dua hingga tiga pedagang. Kemudian, pedagang yang menjadi korban sebelumnya itu menjadi prioritas. Alhamdulillah sudah kebagian semua,” ucapnya.
Dia juga menegaskan, tidak ada penambahan pedagang dari luar, meskipun terdapat beberapa yang meminta untuk ditempatkan di kawasan Stadion MY.
“Karena memang tempatnya tidak cukup, jadi sesuai data kami saja. Tentunya yang kami utamakan pedagang di kawasan stadion,” jelasnya.
Saat ini, kata dia, para pedagang diberikan kelonggaran dengan relaksasi retribusi atau gratis, namun ke depan akan ada biaya retribusi yang masuk ke kas daerah sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Kalau sekarang gratis, karena masih transisi. Tapi ke depan akan ada retribusi,” tuturnya.
Apabila Pujasera telah berjalan sesuai dengan perencanaan dan para pedagang dikenakan retribusi, berdasarkan perhitungan nantinya akan menyumbangkan PAD sekitar Rp800.000.000 hingga Rp900.000.000 per tahun.
“Kalau sudah berjalan dengan baik, InsyaAllah bisa Rp800 sampai Rp900 juta setahun,” katanya.
Disparpora Kota Serang juga menyediakan kursi untuk pengunjung, dan pedagang hanya diberikan kios atau lapak berjualan. Saat ini pihaknya sedang mencari sponsor untuk penyediaan kursi serta meja di sana.
“Jadi enggak ada pedagang yang kursinya masing-masing. Semua sudah kami siapkan, dengan kerja sama dari sponsor. InsyaAllah nanti ada dari Bank Mandiri,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga akan menyediakan panggung hiburan di area Pujasera sebagai daya tarik pengunjung sekaligus membuat keramaian di sana.
“Nanti ada pentas band, kajian islami, dan sebagainya. Sekarang kami sedang membentuk tim,” tandasnya. (Red)









