SERANG, BANTENINTENS.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang mulai melakukan normalisasi Sungai Kalimati sebagai respons pasca banjir yang merendam Kampung Kroya, Jabang Bayi, dan wilayah di sekitarnya yang ada di Kecamatan Kasemen, selama empat hari kemarin.

Wakil Walikota Serang, Nur Agis Aulia menyampaikan, kondisi sungai Kalimati saat ini dipenuhi tumbuhan liar, tumpukan sampah, serta bangunan yang mempersempit alur air. Situasi tersebut telah berlangsung bertahun-tahun dan menjadi penyebab utama banjir di kawasan tersebut.

“Aliran sungai ini sudah tertutup tumbuhan, sampah, dan bangunan. Sudah lama seperti ini dan inilah penyebab utama banjir kemarin,” kata Nur Agis saat meninjau lokasi, Jumat, (9/1/2026).

Menurutnya, penanganan Sungai Kalimati di Kpung Kroya dilakukan secara terpadu dengan melibatkan seluruh perangkat daerah, kecamatan, kelurahan, hingga masyarakat.

“Semua diarahkan pak Walikota. Kepala OPD, camat, lurah, dan warga turun bareng-bareng untuk normalisasi Sungai Kroya ini,” ujarnya.

Nur Agis menjelaskan, normalisasi dilakukan agar aliran Sungai Kalimati kembali lancar setelah puluhan tahun tidak pernah ditangani secara menyeluruh. Untuk jangka panjang, kegiatan serupa akan terus dilakukan sebagai bagian dari penanganan banjir di wilayah rawan.

“Ini bukan pekerjaan sekali. Ke depan akan terus dinormalisasi. Seluruh OPD harus kompak, kolaborasi membersihkan dan menata sungai ini,” ucapnya.

Selain pembersihan sungai, Pemkot Serang juga menyiapkan pengelolaan sampah di lingkungan sekitar sungai. Karang Taruna setempat dilibatkan untuk mengangkut sampah warga menggunakan kendaraan roda tiga karena akses mobil pengangkut tidak bisa masuk ke permukiman padat.

“Nanti disiapkan bak sampah di dekat jalan baru. Sampah dari sini diangkut pakai tosa atau cator ke titik kumpul, lalu dibawa ke TPS,” jelas Nur Agis.

Ia menambahkan, Karang Taruna akan mengoordinasikan warga agar membuang sampah pada tempat yang disediakan, termasuk pengaturan iuran pengangkutan.

Terkait kewenangan sungai yang berada di bawah BBWSCC, Nur Agis menegaskan pendekatan kolaboratif tetap dikedepankan tanpa memperdebatkan pembagian tugas.

“Arahan pak WaliKota jelas, kita bareng-bareng. Tidak lagi bicara kewenangan A atau B. Semua kolaborasi, termasuk dengan balai,” katanya.

Dalam tahap lanjutan, alat berat akan diturunkan untuk mempercepat normalisasi setelah jalur masuk dirapikan. Kegiatan Jumat Bersih kali ini disebut sebagai langkah khusus pascabanjir.

“Saat banjir fokus kita pangan dan kesehatan. Sekarang masuk tahap pasca, kita normalisasi sungainya,” tandasnya. (Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini