SERANG, BANTENINTENS.CO.ID – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Serang terus menyiapkan pemuda dan warga usia kerja untuk mengikuti program pemagangan ke luar negeri, khususnya Jepang, yang masih membutuhkan banyak tenaga kerja.

Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Disnakertrans Kota Serang, Nafis Hani mengatakan, setiap tahun Kota Serang secara rutin mengirimkan sekitar 10 hingga 20 peserta magang ke Jepang melalui program pemerintah yang telah berjalan selama beberapa tahun terakhir.

“Yang kita lakukan pertama adalah pelatihan. Pesertanya dipersiapkan untuk mengikuti program magang di luar negeri, terutama Jepang. Selama ini setiap tahun ada pemberangkatan, karena kebutuhan tenaga kerja di perusahaan Jepang masih cukup besar,” kata Nafis, Selasa (3/2/2026).

Menurutnya, pelatihan yang diberikan tidak hanya sebatas penguasaan bahasa, tetapi juga keterampilan kerja sesuai kebutuhan perusahaan penerima. Bahasa Jepang menjadi materi utama karena menjadi syarat dasar sebelum peserta dilatih kemampuan teknis dan sikap kerja.

“Bahasa itu yang paling utama. Setelah itu baru skill sesuai kebutuhan perusahaan. Kita latih juga kesiapan mental dan kemampuan kerja calon tenaga magang,” ujarnya.

Dalam empat tahun terakhir, tercatat sekitar 50 orang tenaga magang asal Kota Serang telah diberangkatkan melalui program yang tercatat resmi di Disnakertrans. Nafis mengakui jumlah tersebut masih tergolong kecil dibandingkan kuota magang ke Jepang yang cukup besar.

Salah satu kendala utama, kata dia, berasal dari faktor keluarga. Banyak orang tua yang masih ragu melepas anaknya bekerja ke luar negeri karena khawatir terhadap isu perdagangan orang maupun kekerasan kerja.

“Kadang anaknya mau berangkat, tapi orang tuanya tidak mengizinkan. Ada kekhawatiran karena berita-berita negatif. Padahal ini program pemerintah, dari pusat, daerah, dan didukung Kementerian Ketenagakerjaan, jadi resmi dan aman,” jelasnya.

Selain Jepang, Disnakertrans Kota Serang juga membuka peluang pemagangan ke Korea Selatan. Kebutuhan tenaga kerja tidak hanya di bidang teknik, tetapi juga sektor kesehatan, termasuk perawat lansia, hingga bidang peternakan.

“Kami sedang inventarisasi kebutuhan. Nanti akan bekerja sama dengan sekolah tinggi, khususnya kesehatan, supaya bisa disalurkan. Permintaan dari luar negeri cukup banyak,” ucapnya.

Ia menambahkan, masyarakat yang ingin mengikuti pelatihan secara mandiri juga dapat mendaftar langsung ke Lembaga Pelatihan Kerja (LPK). Meski biaya ditanggung peserta, seluruh proses keberangkatan tetap harus tercatat dan mendapatkan rekomendasi dari Disnakertrans agar legal dan terlindungi.

“Kalau berangkat ke luar negeri, pasti mereka minta rekomendasi dari kami. Jadi tercatat resmi dan pengawasannya jelas. Ini merupakan bagian dalam rangka mengatasi pengangguran di Kota Serang,” tandasnya. (Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini