SERANG, BANTENINTENS.CO.ID – Berkomitmen ingin selalu hadir di tengah-tengah masyarakat baik suka maupun duka, Walikota Serang Budi Rustandi menyerahkan santunan kepada warga yang menjadi korban musibah tersambar petir akibat hujan deras yang terjadi pada Selasa (2/12/2025) lalu di Kampung Badamusalam, Kelurahan Sawah Luhur, Kecamatan Kasemen.

Bantuan diberikan sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam meringankan beban warga terdampak.

Budi mengatakan santunan yang disalurkan sebesar Rp10 juta per orang. 

Bantuan tersebut berasal dari komitmen pribadi serta dukungan pemerintah daerah. 

Meski nilainya tidak sebanding dengan duka dan kerugian yang dirasakan korban, ia berharap bantuan ini dapat memberi penguatan moral bahwa warga tidak sendirian menghadapi musibah.

“Minimal mereka bisa merasakan bahwa pemerintah hadir bersama mereka untuk mengurangi beban yang ada,” ujarnya, Selasa (30/12/2025).

Ia menjelaskan penyerahan santunan dilaksanakan secara cepat atas instruksinya langsung. 

Menurutnya, padatnya agenda pemerintah daerah di akhir tahun membuat seluruh perangkat daerah tetap fokus bekerja dan menjalankan program-program prioritas.

Terkait keberlanjutan bantuan, Budi menegaskan santunan yang diberikan telah sesuai dengan Peraturan Wali Kota (Perwal) dan merupakan hak korban. 

Selain itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Serang juga tengah mengusulkan bantuan lanjutan ke Kementerian Sosial (Kemensos) yang memiliki program serupa.

Budi juga menyinggung perhatian terhadap anak-anak korban yang masih usia dini. 

Bagi keluarga tidak mampu, pemerintah membuka akses pendidikan melalui program Sekolah Rakyat yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Serang Muhammad Ibra Gholibi menjelaskan santunan sebesar Rp10 juta per keluarga korban bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) melalui Belanja Tidak Terduga (BTT).

“Kita juga sudah mengusulkan ke Kementerian Sosial karena kejadian ini terjadi di akhir tahun. Insyaallah akan diupayakan agar bantuan sosial bisa dianggarkan dan disalurkan pada tahun depan,” kata Ibra.

Ia menambahkan bantuan bagi korban sambaran petir termasuk dalam kategori bantuan sosial tidak terencana yang dapat diusulkan oleh pemerintah daerah. 

Untuk anak-anak yang ditinggalkan dan masih usia PAUD, Dinas Sosial mengarahkan agar ke depan dapat mendaftar ke Sekolah Rakyat.

“Pak Wali juga menyampaikan bahwasanya ada beberapa anak korban yang kondisinya memang masih PAUD, nanti diarahkan kalau mau di sekolah dasar di SR kita membuka peluang, silakan nanti bisa tahun depan bisa mendaftarkan melalui dinas sosial,” jelas Ibra.

Diketahui pada Selasa (2/12/2025), sembilan petani tersambar petir saat tengah beristirahat di sebuah gubuk di area persawahan di Kampung Badamusalam, Kecamatan Kasemen, Kota Serang.

Dikabaran atas peristiwa itu empat orang dinyatakan meninggal dunia di lokasi, yakni AH (48), SN (52), AW (37), dan RF (48).

Sedangkan dua orang lainnya, Sayuti (55), Bahroni (60), Toha (44), Syamsi (27) dan Kodir (55) mendapatkan perawatan medis. (Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini