SERANG, BANTENINTENS.CO.ID – Walikota Serang Budi Rustandi turun langsung meninjau lokasi langganan banjir yang berada di Perumahan Bumi Agung Permai (BAP) 1 RW 12, Kelurahan Unyur, Kecamatan Seran, Jumat (2/1/2025). 

Dari hasil peninjauan, Budi menyoroti gorong-gorong di bawah jalan tol Tangerang-Merak yang dinilai menjadi salah satu penyebab utama meluapnya air ke permukiman warga BAP 1 tersebut.

Budi menyebut, gorong-gorong tersebut merupakan bagian dari aset dan tanggung jawab pemeliharaan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT). 

Namun hingga kini, Budi menilai tidak ada respons dan koordinasi dari pihak BPJT, meski Pemerintah Kota (Pemkot) Serang telah mengirimkan surat sejak April 2025 lalu.

“Saya sangat geram. Dari bulan April tidak pernah ada balasan surat. Saya melihat tidak ada kolaborasi dengan pemerintah daerah, baik Provinsi maupun Kota Serang,” kata Budi saat berada di lokasi.

Menurutnya, sikap BPJT tersebut berdampak langsung pada ribuan rumah warga BAP 1 yang kerap terendam banjir setiap kali hujan deras. 

Ia menilai kondisi ini berbahaya karena berpotensi menimbulkan kesan seolah pemerintah daerah tidak bekerja, padahal persoalan utama berada pada infrastruktur jalan tol.

“Ini tidak baik untuk daerah. Jangan sampai nanti Presiden tahunya banjir, lalu yang disalahkan Gubernur atau Walikota. Padahal persoalannya ada di gorong-gorong tol yang kecil dan tidak ditangani,” ujarnya.

Sebagai langkah sementara, Pemkot Serang bersama Pemprov Banten mengambil keputusan penanganan darurat sesuai arahan Gubernur Banten Andra Soni. Salah satunya dengan membuat sodetan air untuk mengurangi genangan di kawasan permukiman.

Budi menjelaskan, Pemprov Banten juga akan membangun tembok penahan tanah (TPT) sepanjang sekitar 500 meter hingga ke saluran pembuangan dan embung di wilayah Paburan. Pekerjaan tersebut ditargetkan menjadi solusi sementara sambil menunggu tindakan konkret dari BPJT.

“Ini penanganan sementara dulu. Mudah-mudahan bisa mengurangi dampak banjir sambil menunggu BPJT memperbaiki gorong-gorong yang ukurannya memang kecil,” jelasnya.

Lebih lanjut, Budi memastikan akan memanggil BPJT pada Senin mendatang. Ia menyampaikan ultimatum kepada BPJT dan meminta menjelaskan secara terbuka rencana pekerjaan serta waktu pelaksanaan perbaikan.

“Senin saya undang BPJT. Saya tunggu mereka. Harus jelas kapan pekerjaannya dan bagaimana penanganannya. Ini sudah terlalu lama,” tegas Budi.

Ia juga mengapresiasi langkah cepat Gubernur Banten Andra Soni yang turun langsung dan mengambil keputusan di lapangan. Menurutnya, penanganan banjir kali ini menjadi momentum penting kolaborasi lintas kewenangan demi kepentingan masyarakat.

“Kalau ini bisa beres, ini akan jadi catatan sejarah. Baru kali ini gubernur benar-benar turun dan langsung ambil langkah,” tandasnya. (Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini