SERANG, BANTENINTENS.CO.ID – Akibat intensitas hujan yang tinggi pada Jumat (2/1/2026), sejumlah wilayah di Kota Serang terendam banjir hingga Sabtu (3/1/2026) pagi. Data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang mencatat 12 kejadian banjir di Kecamatan Kasemen dan Kecamatan Serang.
Sebanyak 1.023 rumah terendam dengan 1.087 kepala keluarga (KK) atau 3.033 jiwa terdampak dan 62 KK atau 56 jiwa mengungsi serta 1 Fasum Terendam yakni di SDN Ambon, Kelurahan Margaluyu, Kecamatan Kasemen.
Di Kecamatan Kasemen, genangan terjadi di Link. Kroya Lama RT/RW 006/002 Kel. Banten. Perum. Puri Keraton RT/RW 018/003 Kel. Kasemen. Link. Masjid Agung Banten Kel. Banten. Link. Sukajaya RT/RW 001, 002,003/012 Kel. Banten.
Komplek Banten RT/RW 001/012 Kel. Banten. Link. Baru bugis Kel. Banten. Link. Kendal RT/RW 009/003 Kel. Margaluyu. Link. Ambon RT/RW 010, 020, 025/007 Kel. Margaluyu. Link. Jabang Bayi RT/RW 005/002 Kel. Kasunyatan. Link. Jenggot RT/RW 015/006 Kel. Margaluyu. Link. Cikedung RT/RW 014/006 Kel. Margaluyu. Ketinggian air bervariasi, dari 20 cm hingga 200 cm.
Di Kecamatan Serang, genangan terjadi di Link. Cimuncang Cilik RT/RW 002/019 Kel. Cimuncang.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Serang, Diat Hermawan mengatakan, pihaknya telah menyiagakan personel untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan seiring kondisi cuaca yang masih hujan.
“Kami meminta warga tetap waspada, khususnya yang tinggal di bantaran sungai dan daerah rawan, serta segera melapor jika terjadi kondisi darurat,” ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan yang disertai angin kencang dan sambaran petir, mengingat kondisi cuaca masih belum stabil.
“Warga diminta berhati-hati terhadap cuaca ekstrem, termasuk risiko angin kencang dan petir,” jelasnya.
BPBD juga mengajak masyarakat melakukan gotong royong membersihkan lingkungan, terutama saluran air dan sampah, guna mengurangi potensi genangan lanjutan.
“Pencegahan bisa dilakukan dari lingkungan masing-masing dengan menjaga kebersihan drainase,” ucapnya.
Diat menambahkan, upaya yang dilakukan BPBD Kota Serang yakni melakukan pemantauan Cuaca melalui BMKG dan Pemantauan Informasi kebencanaan melalui Media Sosial serta Call Center BPBD Kota Serang.
“Kami juga terus memonitoring wilayah yang sering terdampak bencana, menurunkan personil dan alat, evakuasi Korban Banjir dibeberapa wilayah kejadian bencana, melakukan pendataan untuk wilayah yang terdampak,” ucapnya.
Diat juga mengimbau masyarakat untuk selalu mengikuti perkembangan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca, bagi masyarakat yang bermukim didaerah rawan bencana untuk selalu berhati-hati, bagi pengguna jalan yang melintas didaerah rawan longsor dan pohon tumbang untuk selalu berhati-hati dan tetap waspada.
“Masyarakat segera melapor apabila terjadi bencana melalui kanal resmi BPBD Kota Serang serta melakukan penyelamatan mandiri sesuai kemampuan sambil menunggu petugas tiba di lokasi,” tandasnya (Red)









